Search blog.fr

  • Gunjang Ganjing Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Makin Tak Jelas Dan Sangat Mengecewakan Euy ... !

    Antasari AzharFoto Pernikahan Rani Juliani & Nasrudin ZulkarnaenKomsaris Jenderal Gories Mere Yang Patut Dapat Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan NZ

    Jakarta 20/6/2009 (KATAKAMI) Hampir empat bulan setelah kematian Nasrudin Zulkarnaen, barulah terungkap "secuil" fakta baru yang cukup mengejutkan bahwa ada perintah resmi dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Antasari Azhar kepada Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah tentang penyadapan terhadap nomor telepon Nasrudin Zulkarnaen dan Rani Juliani.

    Luar biasa, perintah penyadapan keluar dari mulut atau kebijakan pimpinan KPK terhadap orang-orang yang samasekali tidak berhubungan dengan penegakan hukum tindak pidana korupsi yang ditangani KPK.

    Ini menandakan, lagi-lagi patut dapat diduga KPK menunjukkan arogansi dan penyalah-gunaan kekuasaan atau kewenangan mereka -- terkait penggunaan intercept atau alat penyadap --.

    Mengapa disebut arogan atau penyalah-gunaan kekuasaan ?

    Mari kita ingat PERTUNJUKAN sangat aduhai sepanjang tahun 2008 lalu, saat dengan bangganya KPK memamerkan smeua koleksi penyadapan dalam kasus tindak pidana korupsi atau suap antara Artalyta Suryani dan (Mantan Jaksa) Urip Tri Gunawan.

    Rekaman penyadapan yang dalam proses hukum hanya dijadikan "BUKTI PETUNJUK", patut dapat diduga justru dimanfaatkan KPK -- dalam hal ini Antasari Azhar -- sebagai alat penggebuk bagi Kejaksaan Agung.

    Bahkan dengan hebatnya, dalam persidangan Tim Jaksa Penuntut Umum berkata lantang bahwa dari serangkaian penyadapan terhadap Ayin (Artalyta Suryani, red), ada yang disadap saat menggunakan nomor telepon SINGAPURA.

    Seakan tak ada etika dalam penugasan-penugasan yang semestinya dirahasiakan demi kepentingan tugas dan hal-hal lain yang sangat fundamental.

    Menyadap nomor telepon dari negara lain dan diakui pula secara terus terang bahwa penyadapan itu memang dilakukan saat Ayin menggunakan nomor telepon Singapura.

    Belum lagi, saat rekaman penyadapan yang tak ada relevansinya dengan kasus korupsi yang sedang ditangani, ikut diperdengarkan yang patut dapat diduga sekedar mencari sensasi.

    Contohnya, saat Ayin mengatakan kepada perempuan yang disinyalir sebagai Itjih Nursalim bahwa dirinya baru saja pulang dari salon kecantikan untuk persiapan menghadiri acara launching rekaman album karangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Harusnya KPK sangat malu dan tak usah lagi banyak "AKSI" pasca tertangkapnya Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

    Betapa malunya INDONESIA, seorang pemimpin dari lembaga anti korupsi yang harusnya bergengsi malah patut diduga MEMBUNUH ALA MAFIA yang sangat amat sadis luar biasa.

    Betapa malunya INDONESIA, seorang pemimpin dari lembaga anti korupsi yang harusnya bergengsi malah patut dapat diduga MEMBUNUH NASRUDIN ZULKARNAEN karena percekcokan bagi-bagi uang pemerasan dari seseorang yang namanya kami singkat saja menjadi Eggtlkto senilai Rp. 550 miliar.

    Sumber KATAKAMI yang "SANGAT AMAT DAPAT DIPERCAYA" di lingkungan pemerintahan menyebutkan, almarhum Nasrudin Zulkarnaen dibunuh karena patut dapat diduga karena terus mendesak untuk meminta bagian dari uang Rp 550 Miliar itu kepada Antasari Azhar. Sumber KATAKAMI menambahkan juga bahwa dari uang pemerasan senilai Rp. 550 miliar itu, patut dapat diduga baru Rp. 350 Miliar yang disetorkan kepada Antasari Azhar tetapi walaupun belum LUNAS semuanya, Nasrudin Zulkarnaen tetap meminta jatah bagian yang dijanjikan kepada dirinya.

    Penanganan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ini, patut dapat diduga sekarang justru menjadi sangat tidak kejuntrungan arahnya.

    Alias mengecewakan !

    Entah ada apa dibalik semua penanganan ini ?

    Entah ada apa dengan pihak POLRI yang melakukan penyidikan kasus pembunuhan NZ ini ?

    Entah ada apa POLDA METRO JAYA yang patut dapat diduga SOK HEBAT & SOK KERAJINAN menahan Rani Juliani -- sehari setelah pembunuhan NZ --.

    Atas nama perlindungan terhadap saksi, POLDA METRO JAYA menyembunyikan Rani Juliani selama hampir 4 bulan lamanya !

    Buka dong secara transparan, semua hal yang memang terjadi dan memang ada didalam kasus pembunuhan ini !

    Jangan ada rekayasa !

    Jangan ada permainan-permainan yang mengaburkan fakta !

    Sumber KATAKAMI yang "SANGAT AMAT DAPAT DIPERCAYA" di lingkungan pemerintahan juga menyebutkan bahwa beberapa pihak yang patut dapat diduga diperas oleh Antasari Azhar adalah Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah.

    Buka dong semua kasus dugaan pemerasan yang patut dapat diduga ada dibalik kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen !

    Ada apa sebenarnya dibalik semua ini, karena rakyat Indonesia seakan dianggap sebagai angin lalu atau orang-orang dungu yang tak perlu tahu tentang KEBENARAN YANG SEJATI !

    Ada apa sebenarnya dibalik semua ini, sehingga patut dapat diduga POLRI menjadi ajaib sekali dalam menangani kasus pembunuhan NZ ini !

    Sadarlah bahwa penegakan hukum itu haruslah sesuai dengan hakekat dan dalil-dalil hukum itu sendiri. Jangan ada yang dibelokkan. Jangan ada yang dikaburkan. Jangan ada yang diselamatkan. Jangan ada yang disembunyikan.

    Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

    Rekam jejak Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai APARAT PENEGAK HUKUM, selama ini sangat amat membanggakan. Ini harus jujur diakui oleh semua pihak.

    Di tangannya, saat menjabat sebagai KABARESKRIM POLRI, begitu banyak kasus-kasus yang diselesaikan secara gemilang dan membanggakan.

    Itu sebabnya, patut dapat diduga ada beberapa pihak didalam internal POLRI sendiri yang tak suka dan tak ingin BHD berlama-lama duduk dikursi Tri Brata 1.

    Bahkan patut dapat diduga, salah seorang yang sangat ambisius untuk menendang dan menyingkirkan Kapolri BHD adalah seorang perwira tinggi dari Indonesia Timur.

    Kebetulan, secara tak sengaja, patut dapat diduga perwira tinggi asal Indonesia Timur ini terlibat dalam kasus pembunuhan NZ. Dan patut dapat diduga, perwira tinggi asal Indonesia Timur alias FLORES ini, adalah pihak yang paling liar dalam penggunaan alat penyadap di lingkungan POLRI.

    Bambang Hendarso Danuri, memang tipikal POLISI yang santun dan tak ingin agar INSTITUSI POLRI menjadi remuk kehormatannya.

    Tapi, mantan Kapolda Sumut ini harus menyadari bahwa ibarat pohon yang didalamnya terdapat ranting yang busuk maka demi keselamatan dan kebaikan dari si pohon itu sendiri, ranting yang BUSUK tadi harus ditebang dan dibuang jauh-jauh.

    Lalu, apakah ada beban moril didalam diri Bambang Hendarso Danuri dalam menangani kasus pembunuhan NZ ini ?

    Sebenarnya dipahami jika ada beban moril yang terselip di hati POLISI-POLISI karena mendadak menjadi IBA, saat seorang PEJABAT TINGGI NEGARA ternistakan kedudukan dan martabatnya menjadi terlempar ke titik nadir sebagai seorang tahanan KEPOLISIAN untuk kasus pembunuhan yang sadis, brutal dan tidak manusiawi.

    Kalau boleh jujur, sebenarnya demi tegaknya harkat, martabat dan kehormatan POLRI maka Kapolri Bambang Hendarso Danuri harus memerintahkan secara tegas penanganan kasus pembunuhan NZ ini wajib ditangani sebagaimana mestinya.

    Usut dan bongkar semua !

    Bukankah penegakan hukum itu harus dilakukan secara murni dan konsekuen ?

    Dimana logika hukum yang bisa dijabarkan saat terungkap ada perintah penyadapan dari Ketua KPK kepada Wakil Ketua KPK untuk menyadap seorang perempuan yang patut dapat diduga menjadi KEKASIH dari Ketua KPK itu sendiri ?

    Itu sebuah perintah yang resmi dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, atau merupakan dagelan yang sangat tidak lucu ?

    Disini yang mau disampaikan, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah belum tentu bersalah atau terlibat dalam kasus pembunuhan NZ.

    Terlalu dini jika mengatakan bahwa Chandra Hamzah terlibat. Penyimpangan prosedur dalam perintah penyadapan itulah yang harus ditelusuri, apakah sesuai dengan ketentuan hukum !

    Antasari Azhar, sudah saatnya diajukan segera ke muka hakim dan biarlah ia mempertanggung-jawabkan seluruh perbuatannya yang patut dapat diduga memang sangat nista dan biadab yaitu membunuh orang lain secara sadis, brutal dan tidak manusiawi.

    Bola sekarang akan segera beralih ke tangan KEJAKSAAN AGUNG !

    Jaksa Agung Hendarman Supandji, jangan ragu-ragu untuk memberikan perintah yang tegas kepada Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menangani kasus pembunuhan NZ agar memberikan TUNTUTAN MATI kepada Antasari Azhar.

    Ini bukan dendam atau bagian dari kekejaman Jaksa. Bukan, harus dibedakan !

    Kejaksaan Agung wajib memberikan "perlindungan hukum" dalam konteks yang sesuai dengan tugas-tugas Kejaksaan yaitu agar ada pembelajaran dan efek jera yang sangat kuat bagi PEJABAT TINGGI NEGARA agar jangan ada lagi yang BIADAB menempuh cara-cara main hakim sendiri untuk menghilangkan nyawa orang lain seenaknya.

    Dan KEJAKSAAN juga jangan "terima jadi saja" kalau memang ada sesuatu yang tidak beres dari hasil penyidikan pihak POLRI.

    Seperti misalnya, kasus narkoba TAMAN ANGGREK (November 2007). Dari 9 orang yang ditangkap, masak hanya 3 orang saja yang berkasnya diajukan oleh Pihak POLRI kepada KEJAKSAAN. Yang lainnya, terutama Liem Piek Kiong alias MONAS sebagai KEPALA MAFIA DARI SINDIKAT INTERNASIONAL ini, justru dibebaskan alias diloloskan untuk yang ketiga kalinya dari jerat hukum. Anehnya, Kejaksaan Agung cincai-cincai saja dan "belagak pilon" saat bandar narkoba MONAS tak kunjung ditangkap lagi dan diajukan ke pengadilan.

    Untuk kasus pembunuhan NZ, Kejaksaan harus sangat pro aktif. Tanyakan, mengapa dan ada apa sebenarnya sehingga patut dapat diduga sebegitu gigihnya POLRI mengamankan RANI JULIANI ?

    Kejaksaan Agung juga perlu pro aktif untuk mencari "informasi-informasi" bahwa patut dapat diduga seorang perwira tinggi berpangkat KOMISARIS JENDERAL adalah makelar utama pembunuhan NZ, yaitu otak pelaku yang merancang eksekusi pembunuhan NZ.

    Kebenaran itu ibarat air yang mengalir, ia akan tetap mengalir ... walau dibendung. Semoga kalimat yang indah ini, sungguh diresapi dipahami oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji -- yang menangani kasus pembunuhan NZ --.

    (MS)

    LAMPIRAN :

    Kombes Wiliardi Wizard

    Jakarta 6 MEI 2009 (KATAKAMI) Anggaplah ini memang sepucuk surat, Pak Wiliardi Wizard. Perkenalkan, nama saya Mega Simarmata. Saat ini sayalah Pemimpin Redaksi di Portal Berita KATAKAMI.COM. Kita tidak saling mengenal secara langsung. Tapi nama anda ada di hati saya dan sejumlah pihak yang nanti akan saya jelaskan secara detail.

    Jika surat ini saya sampaikan tertutup, saya tidak tahu harus mengirimkannya kemana. Dan jika surat ini dibuat telanjang seperti ini, tak akan mengurangi inti permasalahan yang akan saya sampaikan kepada anda.

    Saya adalah bagian yang tak terpisahkan dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru bejat di Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) khusus untuk anak-anak autis. Kasus pelecehan seksual itu dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan untuk yang pertama kalinya pada bulan Desember 2006 oleh 3 murid perempuan di sekolah khusus itu. Dan andalah yang menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan pada saat kasus itu dilaporkan. Ivanka dan kedua teman sekolahnya memberanikan diri untuk melaporkan perbuatan sang buru bejat (Pak E inisial guru itu).

    Saya adalah sahabat -- bahkan bisa dibilang sebagai saudara -- dari Cindy Inkiriwang, ibu dari Ivanka yang menjadi korban dari kasus pelecehan seksual itu. Kepada saya, Cindy mendiskusikan rencana pelaporan itu pertama kali. Dan ketika diputuskan bahwa kasus itu benar-benar akan dilaporkan, saya bertugas secara khusus "dibelakang" layar untuk membukakan jalan dan memudahkan mereka untuk meraih segala kebenaran, keadilan dan kemenangan.

    Sejak kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen mencuat di media massa secara hebat dalam 2 pekan terakhir, saya pribadi sengaja untuk tidak mengarahkan "sorotan mata" pemberitaan kepada figur anda.

    Saya perlu waktu untuk sejenak mengamati semua permasalahan dan perkembangannya melalui media massa.

    Saya juga baru tahu kalau ternyata anda sekarang di Divisi Intelijen -- setelah pindah dari Polres Jakarta Selatan --. Dan dari pemberitaan, saya ketahui bahwa sebenarnya dalam waktu dekat anda sudah akan dipromosikan menjadi Perwira Tinggi yaitu menjadi Brigjen.

    Saya pun baru tahu dari pemberitaan media massa bahwa saat ini anda ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua Depok.

    Rutan yang didominasi penjagaannya oleh Densus 88 Anti Teror Kelapa Dua. Dan patut dapat diduga, semua sejumlah sudut Rutan itu, terpasang begitu banyak alat pemantau dan alat penyadap. Entah itu dari pihak Densus 88 Anti Teror, ataupun dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Tapi ada pemberitaan yang mengatakan Anda ditahan di Rutan Bareskrim POLRI. Whereever you are, no problem !

    Pak Wiliardi, tanpa bermaksud untuk mempengaruhi proses hukum yang dijalankan kepada Anda sebagai tersangka, saya ingin menyampaikan bahwa dari total kesalahan yang kini ditumpahkan kepada anda ... tidak semua menjadi kesalahan anda sebagai pribadi.

    Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah patut dapat diduga ada Perwira Tinggi yang sangat "untouchable" di belakang anda untuk memungkinkan pembunuhan itu terjadi ?

    Pak Wiliardi, dalam bertugas sebagai JURNALIS maka andalan utama saya adalah hati nurani dan intuisi sebagai wartawan.

    Dan ketika saya menanyakan kepada hati kecil saya, apakah anda yang sepenuhnya bersalah dalam kasus pembunuhan ini maka jawaban yang saya terima dari hati kecil saya adalah anda memutuskan untuk menghadapi ini sendirian" dan tidak akan membawa nama siapapun.

    Ada apa sebenarnya, Pak Wiliardi ?

    Saya tidak perlu repot-repot untuk kasak kusuk kesana kemari jika ingin mencari tahu tentang latar belakang permsalahan tertentu karena kebetulan Tuhan mengaruniakan panca indera ke-6 (SIX SENSE) untuk saya. Sehingga saya dengan mudah dan aman bisa mendengar suara hati siapa saja dan dari mana saja (sejauh apapun dan suara hati siapapun, bisa saya tanya atau saya dengarkan jika berbicara tentang apapun juga).

    Anda bukan tipe yang kemaruk uang dan liar tak terkendali dalam menjalankan tugas sebagai POLISI. Sama sekali bukan, paling tidak itulah yang bisa saya simpulkan kalau belajar dari kasus pelecehan seksual dulu dan kalau ditanyakan kepada hati kecil saya.

    Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak autis oleh seorang guru bejat itu adalah kasus pelecehan seksual pertama yang berhasil dimenangkan oleh pihak korban di Pengadilan. Padahal itu dialami oleh anak dibawah umur, menyandang sakit tertentu pula (autis) dan tidak ada bukti kuat seperti cairan sperma atau apapun yang secara nyata akan membuktikan fisik pelecehan seksual tersebut.

    Tapi tahukah anda mengapa kasus ini bisa dimenangkan ketiga korban itu ?

    Karena ada hati yang bersih, tulus dan apa adanya dalam berharap serta meyakini sesuatu untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Dari 3 orang korban pelecehan seksual itu, 2 orang diantaranya adalah non pribumi dan seorang dari kalangan pribumi. Korban dari pihak keluarga pribumi ini adalah anak dari pedagang sayur di Pasar Induk. Mereka yang sangat tidak mampu. Miskin sekali. Dan anak ini bersekolahpun mengenakan jilbab. Sehingga, bisa dibayangkan betapa bangsat dan biadabnya guru bejat itu, melakukan perbuatan laknat yang terkutuk. Bahkan ketika korban yang sangat lemah ini mengalami MENSTRUASI, ia juga dipaksa untuk mau digerayangi dan dikobok-kobok.

    Kelakuan guru bejat itu memang biadab sekali.

    Saya dilibatkan dari pihak yang datang dari kalangan non pri (Keluarga Cindy Inkiriwang).

    Anda dan jajaran di Polres Jakarta Selatan yang saat itu menangani kasus tersebut terkejut-kejut karena "tekanan" yang saya ciptakan dengan cara yang sangat apa adanya, tak terlihat wujud gerakannya tetapi sangat keras dirasakan.

    Tekanan yang saya maksud dan saya lakukan ketika itu, bukan dalam konotasi yang negatif. Saya yang bergerak sendirian di belakang layar untuk melobi semua pihak agar sama-sama "mengawal" kasus ini demi meraih kebenaran, keadilan dan kemenangan untuk ketiga korban.

    Selain karena ibu dari salah seorang korban adalah sahabat sejati yang sekeluarga besarnya memang saya sayangi, saya pribadi juga memiliki 3 orang anak perempuan.

    Saya melobi sebanyak mungkin Pejabat Tinggi Negara di republik ini untuk memberikan perhatian pada kasus ini. Tetapi walaupun saat itu (dan sampai sekarang sebenarnya), saya mengenal sangat amat baik dan dekat dengan Kapolri yang menjabat di era itu yaitu Jenderal SUTANTO, satu-satunya yang tidak saya "recoki" adalah JENDERAL SUTANTO.

    Tapi, saya tetap menggunakan akses langsung yang saya miliki kepada JENDERAL SUTANTO untuk melaporkan kasus ini. Karena sudah paham tentang sifat dan pembawaan JENDERAL SUTANTO yang sangat tenang, saya selalu tahu dan percaya bahwa apapun yang saya laporkan akan diterima serta diperhatikan sebagai bahan informasi. Tetapi ketika itu, saya belum sampai pada tahap meminta pertolongan secara khusus kepada JENDERAL SUTANTO.

    Walaupun pada hari pemeriksaan pertama ketiga korban di POLRES JAKARTA SELATAN, ada utusan yaitu anggota POLISI dari kediaman dinas Perwira Tinggi POLRI yang terletak di Jalan Pattimura Jakarta Selatan datang ke Polres Jakarta Selatan untuk menemui saya, sekedar untuk menanyakan apakah semua berjalan dengan baik ? Saya sampaikan pesan dan jawaban kepada anggota POLISI yang dikirim itu bahwa semua berjalan baik.

    Mengapa ketika itu saya belum mau meminta pertolongan khusus kepada JENDERAL SUTANTO ?

    Sebab dari hitung-hitungan saya sebagai "motor" kemenangan dalam kasus ini, jika yang menangani kasus ini adalah tingkatan Polres maka yang lebih tepat dihubungi adalah Kapolda Metro Jaya. Untunglah saat itu, saya mengenal baik Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Adang Firman, rekan seangkatan Jenderal Sutanto (1973).

    Walaupun mereka seangkatan, yang jauh lebih enak diajak bicara guyon adalah Irjen Adang Firman karena sifatnya yang sama-sama suko guyon seperti saya. Kalau kepada Jenderal SUTANTO, saya harus berhati-hati kalau bicara walaupun sering saya candai juga. Tetapi karena Jenderal SUTANTO sangat pendiam maka mau tak mau lawan bicara harus pandai-pandai membawakan diri.

    Dulu, saya meminta tolong kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman agar Polres Jakarta Selatan menangani kasus pelecehan seksual itu dengan "sebaik-baiknya". Artinya, jangan sampai pembelokan fakta dalam proses pemeriksaan sebab keluarga dari ketiga korban memang sangat serius untuk membawakan kasus ini ke Pengadilan.

    Setahu saya, Irjen Adang Firman langsung menghubungi Anda sebagai Kapolres Jakarta Selatan. Dengan pesan, tangani kasusi itu dengan baik dan sampaikan ke meja kerja Metro-1 laporannya dari waktu ke waktu.

    Dalam pertemuan-pertemuan berikutnya dengan saya di lokasi peliputan, saya aktif menceritakan kepada Kapolda Metro Jaya tentang perkembangan penanganan kasus itu di Polres Jakarta Selatan.

    Malah saya sempat becanda, "Guru bejat itu Pak, pantasnya nih ... diborgol tangannya, terus kita ikat dia di rel kereta api sana sampai ada kereta api yang lewat untuk melindas. Tapi sebelum dilindas, dicopot dulu alat kelaminnya itu. Biar kapok !" canda saya.

    Irjen Adang Firman langsung menjawab dengan guyonan juga, "Waduh, saya yang takut jadinya. Hahaha. Jangan dicopot dong, nanti bagaimana kalau dicopot ? Sabar Mega, ada proses hukum. Serahkan saja pada proses hukum. Hukum tidak akan mentolerir kesalahan yang tidak manusiawi begitu. Saya sudah telpon Kapolres Jakarta Selatan." jawab Irjen Adang Firman.

    Selain dari Jajaran Kepolisian, lobi saya lakukan ke semua Pihak. Beruntunglah saya yang memang sudah banyak dikenal oleh Pejabat Tinggi Negara sebagai Wartawati Senior. Sehingga ketika saya menyuarakan sesuatu yang memerlukan dukungan moril demi mencapai sebuah kebenaran dan keadilan, dengan mudah saya mendapatkan dukungan.

    Ketika itu, saya juga berbicara langsung dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Dari Pak Ical, keluar rekomendasi kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta. Dan dalam hitungan hari, seorang Deputi dari Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan ditugasi mendampingi ketiga korban yaitu dari proses pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan sampai Persidangan di PN Jakarta Selatan.

    Tak cukup sampai tingkatan Menko Kesra, untuk mendapatkan dukungan moril yang nyata maka kasus pelecehan seksual itu juga saya lobi ke Pihak Istana Kepresidenan (baik Istana Presiden, maupun Istana Wakil Presiden). Bukan untuk mengintervensi proses hukum. Semua menghormati jalannya proses hukum itu. Yang saya usahakan untuk dimiliki untuk ketiga korban yang bernasib malang ini adalah dukungan moril yang melingkar, kuat, kokoh dan tak mudah ditumbangkan oleh arogansi pihak si guru bejat yang dalam keluarga besarnya memiliki anggota keluarga dari aparat keamanan juga (diluar POLRI).

    Jadi Pak Wiliardi, sepanjang jajaran Polres Jakarta Selatan menangani kasus pelecehan seksual terjadap ketiga orang korban, posisi saya dibelakang layar yang tak akan pernah bisa "diamati" oleh Polres Jakarta Selatan. Baru sekarang saya ceritakan kepada anda.

    Cindy, ibu dari Ivanka (salah seorang korban), yang terus menceritakan kepada saya perkembangan penanganan kasusnya.

    Pada suatu kesempatan, Cindy bercerita kepada saya.

    "Ga, itu Pak Damanik becanda begini tadi ke gue ... Waduh pusing saya Bu Cindy, siapa sebenarnya Ibu ini. Semua petinggi, boss-boss di Mabes ngecek langsung. Kemarin ada memo di meja saya. Damanik, kau jangan pulang hari ini ke rumahmu sebelum kau tangkap guru itu" ungkap Cindy menirukan Pak Damanik, yang saat itu menjadi salah seorang Kanit (Kepala Unit).

    Mohon maaf karena saya ini awam tentang nama-nama jabatan di dalam unsur Kepolisian, saya tidak tahu Kasat apa istilah jabatan beliau tapi di bagian itulah semua pemeriksaan.

    Ketika Cindy menceritakan itu, memang pemeriksaan kepada ketiga korban sedang terus berlangsung. Dan pemberitaan di semua media massa sangat gencar.

    Dan baru saya ceritakan juga kepada anda, Pak Wiliardi.

    Saya yang ada di belakang semua pemberitaan yang sangat "gegap gempita". Saya menghubungi langsung sahabat-sahabat dan sejumlah senior yang menduduki posisi penting di media massa. Saya memang tipe manusia yang tidak akan pernah mau menyerah dalam memperjuangkan sesuatu yang saya yakini sebagai sebuah kebenaran.

    Sampai titik darah penghabisan, kebenaran akan saya perjuangan dengan cara saya.

    Ada yang lucu dari proses pemeriksaan yang ditangani jajaran Polres Jakarta Selatan yaitu setelah guru bejat itu ditangkap oleh Petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan.

    Mau tak mau, saya jadi sering mendatangi Polres Jakarta Selatan setiap kali ada pemeriksaan kepada ketiga korban. Pemeriksaan biasanya di lakukan di lantai 3.

    Di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan pemeriksaan kepada ketiga korban, saya pernah melihat belasan orang siswa SMA yang baris berjejer dengan mengenakan celana dalam.

    Saya katakan kepada Cindy, "Busyet, itu porno bener. Kenapa gak sekalian aja ditelanjangi ya Cin, biar klewer-klewer anu-nya kelihatan" canda saya kepada ibu dari salah seorang korban.

    Cindy menjawab, "Gila lu, itu kayaknya anak-anak SMAyang tawuran. Pada degil-degil, bukannya sekolah, ini malah tawuran" jawab Cindy yang duduk bersebelahan dengan saya di bagian luar ruangan pemeriksaan.

    Kemudian ada pengalaman yang juga sangat lucu sehingga kami tertawa terbahak-bahak kegelian.

    "Ga, itu tuh polisi yang nangkap si guru itu. Yang itu tuh, yang masuk ruangan. Gue juga gak tahu namanya" kata Cindy menunjuk seorang lelaki muda bertubuh kekar, rambut gondrong, muka seram dan ... hancur deh penampilannya.

    Saya jawab, "Ya ampun Cin, busyet, jelek bener penampilannya. Takut gue. Yaelah, mana orang tahu kalau dia polisi ya. Serem bener tampangnya" jawab saya.

    Cindy dan saya tertawa terbahak-bahak membayangkan si guru bejat yang melakukan pecelehan seksual hampir ke seluruh murid perempuan di sekolah khusus itu, pasti bisa kencing di celana ketika ia harus ditangkap oleh "tim buru sergap" Polres Jakarta Selatan yang dari tampangnya saja sudah sangat awut-awutan.

    Jadi setiap kami datang ke Polres Jakarta Selatan, maka yang pasti menjadi perhatian kami adalah sebuah ruangan dekat ruang pemeriksaan korban. Sebab di ruangan itu, polisi yang penampilannya sengaja di buat awut-awutan dalam penyamarannya. Dan memang, harus diakui penyamaran mereka sempurna betul. Hancur abis !

    Dan Cindy pernah menyuruh saya untuk mengantarkan nasi kotak yang sebenarnya dibelikan untuk ketiga korban yang menjalani pemeriksaan. Nasi kotak itu sengaja dibeli lebih banyak karena mau diberikan kepada "tim buru sergap" yang awut-awutan kayak benang kusut itu penampilannya.

    "Ga, lu anterin nih buat mereka" kata Cindy.

    "Ogah ah, gue takut. Ngeliat dari jauh aja, gue yang gemetaran sendiri. Busyet tuh, kalau beredar di luar sana. Orang mana ada yang percaya kalau itu polisi. Dikira tukang bakso, kuli bangunan atau pedagang kaki lima kali. Hebat mereka ya nyamarnya" jawab saya.

    Akhirnya ketika itu, Cindy yang mengantarkan nasi kotak itu kepada polisi-polisi yang menjadi "tim buru sergap" tadi.

    Dan setelah nasi kotak itu diantar, kami jadi ketawa lagi terbahak-bahak. Pasalnya, polisi yang "awut-awutan tadi" menyampaikan sesuatu kepada Cindy. Sebenarnya omongan yang disampaikan ssangat serius dan biasa-biasa saja yaitu sebagai atensi atau kepedulian dari aparat penegak hukum.

    "Ga, tadi kata polisi yang gondrong itu. Bu, tenang saja. Tidak apa-apa. Guru itu sudah kami masukkan ke sel. Jadi anak Ibu tidak perlu takut" kata seorang polisi yang "awut-awutan" tadi.

    Tapi memang dasar Cindy -- yang sama"sintingnya" dengan saya -- malah geli mendengar omongan itu.

    Bukan karena isi omongannya tetapi mimik muka dan penampilan si polisi yang bicara itu tidak bisa menghentikan rasaa geli.

    "Lu tau tahu, waktu dia ngomong mukanya serius lho. Tapi ngeliat rambutnya kriwil-kriwil sebahu, gue jadi geli sendiri" jawab Cindy

    Pak Wiliardi, kasus pelecehan seksual itu akhirnya memang dimenangkan oleh ketiga korban. Guru bejat itu dinyatakan terbukti bersalah dan divonis pidana kurungan 1,5 tahun. Dari awal, kami sudah sepakat bahwa berapapun vonis pidana kurungannya tidak jadi masalah. Yang penting keputusan untuk menyatakan bahwa si guru bejat itu "TERBUKTI BERSALAH" adalah tujuan utama yang ingin diraih.

    Tidak cuma KEPOLISIAN, dari unsur KEJAKSAAN juga saya "kunci" untuk tidak mengabaikan prinsip kebenaran dan keadilan yang seadil-adilnya kepada ketiga korban.

    Sebelum persidangan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saya berbicara langsung dengan Jaksa Agung (yang ketika itu dijabat oleh Abdul Rahman Saleh).

    Saya ceritakan duduk persoalannya kepada Jaksa Agung yang bertemu dengan saya di Istana Kepresidenan (periode 1999-2008 saya bertugas sebagai Wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan). Intinya, JAKSA PENUNTUT UMUM dalam kasus pelecehan seksual ini jangan pernah mau disuap atau diminta untuk "kongkalikong" dengan pihak terdakwa.

    Saya belum menghubungi Cindy, sahabat saya, yang merupakan ibu dari salah seorang korban pelecehan seksual itu pasca mencuatnya pemberitaan tentang kasus pembunuhan ini.

    Tapi saya bisa menebak bahwa pasti Cindy dan ketiga korban itu akan sangat sedih bila mendengar anda ditangkap, ditahan dan kini berhadapan dengan masalah hukum yang cukup pelik.

    Ketiga korban -- walau merupakan anak-anak malang yang menderita sakit autis -- tetapi pada dasarnya mereka tahu bahwa semua Om Polisi dan Tante Polwan yang ada di Polres Jakarta Selatan, sangat baik kepada mereka. Tidak seperti Pak E ..., guru yang mereka benci karena hobi menggerayangi tubuh murid perempuannya dengan biadab disela-sela jam pelajaran.

    Walau mereka anak-anak yang kondisi dirinya sangat "khusus", hati mereka tetaplah hati anak-anak yang sangat putih, polos, suci dan sangat apa adanya. Mereka sangat senang kepada Anda dan Jajaran Anda di Polres Jakarta Selatan. Itu sebabnya, tidak sulit bagi orangtua mereka untuk mengajak ketiga korban untuk datang ke Polres Jakarta Selatan.

    Tidak satu rupiahpun kami menyuap agar kami yang dimenangkan. Malah patut dapat diduga, pihak lawan dalam kasus inilah yang patut dapat diduga hendak menyuap Pihak Kepolisian di Polres Jakarta Selatan tetapi samasekali tidak ditanggapi. Apalagi anggota keluarga dari si guru bejat itu yang kabarnya anggota dari aparat keamanan tertentu berpangkat perwira menengah, ikut turun ke lapangan agar bisa membebaskan si guru tadi.

    Ketika Cindy menceritakan kepada saya bahwa keluarganya pernah didatangi dan diteror akibat kasus ini, saya yang melaporkan ancaman dan teror dari "petugas berseragam hijau tadi" ke Pejabat Militer yang pangkatnya jauh di atas dari si perwira menengah tadi.

    Pak Wiliardi, walau sangat terlambat, izinkan saya menyampaikan ucapan terimakasih dari lubuk hati yang terdalam untuk kinerja yang sangat amat baik luar biasa dari Jajaran yang anda pimpin di Jakarta Selatan.

    Mungkin sebagian media mengatakan keberhasilan Polres Jakarta Selatan adalah saat menangani kasus perseteruan Mayangsari dengan pihak Halimah Triatmodjo dan kedua anaknya yang menyerang kediaman Mayangsari, tapi dimata saya (dan tentu di mata anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual itu), keberhasilan Anda dan Jajaran Polres Jakarta Selatan adalah saat menangani kasus pelecehan seksual terhadap 3 orang anak perempuan yang mengidap sakit autis.

    Fakta-fakta mulai bermunculan bahwa anda terlibat secara langsung di lapangan.

    Tapi hati kecil saya mengatakan anda sebenarnya "tidak bersalah".

    Pak Wiliardi, terimalah uluran tangan saya sebagai tanda empati yang tulus. Hati kecil kami tidak bisa dibohongi atau dipaksa untuk ikut menghujat serta ramai-ramai dalam euforia di luar sini untuk menunjuk muka anda bahwa anda adalah pembunuh.

    Di mata kami, di hati kami, anda tetap seorang Polisi yang membanggakan.

    Tolong, jangan rusak rasa hormat dan kecintaan dari ketiga orang anak yang menjadi korban pelecehan seksual dulu. Mereka begitu sayang dan bangga kepada semua Om Polisi dan Tante Polwan yang ada di Polres Jakarta Selatan.

    Just tell us the truth, Pak Wiliardi.

    Katakan kepada kami, katakan kepada semua orang, katakan kepada Tim Penyidik anda, katakan kepada Indonesia, apa sebenarnya yang terjadi dan siapa sebenarnya yang ada "dibelakang" anda.

    Dengarkanlah suara hati anda yang paling dalam dan paling tulus.

    Betul anda memang ada secara fisik dalam rapat atau pertemuan dengan tersangka utama dalam kasus ini misalnya (Pejabat Tinggi Negara yang berinisial AA).

    Tapi, jangan paksa kami untuk mengabaikan suara hati kami sendiri.

    Anda terlalu baik tetapi kebaikan itu akan sangat sia-sia jika mau pasang badan untuk siapapun dalam internal POLRI yang pangkat dan angkatannya memang diatas Anda.

    Tidak akan ada gunanya jika membiarkan ada sepotong fakta menjadi tetap tertutup dan sulit dibuka oleh tangan-tangan kebenaran dalam kehidupan ini. Anda kunci dari terkuaknya kebenaran itu secara baik.

    Katakanlah sejujurnya, apa dan siapa sebenarnya yang terlibat.

    Katakanlah sejujurnya, apakah patut dapat diduga KOMJEN GM terlibat dalam kasus ini ?

    Demi ketiga anak kecil yang menjadi korban pelecehan seksual dulu -- yang kasusnya sangat berhasil mengusung prinsip kebenaran dan keadilan bagi ketiga korbgan yang lemah tak berdaya -- semoga Anda mau untuk berkata jujur.

    Selain demi ketiga anak kecil yang sangat menghormati dan mencintai Jajaran Polres Jakarta Selatan yang anda pimpin dulu, berkatalah sejujurnya ... demi kebenaran itu sendiri.

    Kebenaran itu ibarat air yang mengalir, ia akan tetap mengalir walau di bendung sekalipun.

    Dalam konteks ini Pak Wiliardi, anda tinggal memilih. Apakah Anda memilih menjadi air yang menjadi lambang kebenaran itu, atau justru anda memilih untuk menjadi bendungan yang menjadi simbol penghalang kebenaran itu.

    Anda, dan Jajaran Polres Jakarta Selatan, selalu ada di hati kami.

    Dan kami ingin, keberadaan Anda di hati kami adalah sebagai Wiliardi Wizard yang bersedia untuk selalu mengedepankan kebenaran. Bukan sebagai Wiliardi sang pembunuh yang mau-maunya berkorban untuk pasang badan demi si pembunuh yang sebenarnya.

    Saya belum ingin menelepon Ivanka, salah seorang anak yang menjadi korban pelecehan seksual itu untuk menceritakan kasus yang menimpa anda ini. Saya juga tidak ingin mengajak Cindy (sang ibunda dari Ivanka) untuk datang membesuk anda. Sebab kalau Cindy membesuk, berarti Ivanka ikut.

    Anak-anak yang menderita autis, jangan dianggap sepele karena sebenarnya tingkat kecerdasan mereka diatas rata-rata. Untuk jenis penyakit atau kelainan autis ini, pilihannya ada 2 bagi si anak yang menderita. IQ mereka dibawah rata-rata atau diatas rata-rata. Sehingga bagi anak yang bernasib sial memiliki IQ dibawah rata-rata, keberadaan mereka tidak akan ada bedanya dengan anak-anak idiot.

    Tetapi Ivanka, memiliki IQ diatas rata-rata. Saat kasus itu terjadi saja, Ivanka sudah mencapai GRADE 2 dalam kursus tarian Ballet yang diikutinya. Padahal itu tahun 2006-2007. Pasti saat ini, tingkatan atau GRADE Ivanka dalam kemampuan tarian ballet-nya jauh lebih tinggi.

    Saya takut, Ivanka bertanya kepada anda.

    "Om Polisi, kenapa Om dipenjara. Om salah apa ? Kan Om Polisi, harusnya menangkap penjahat. Kok sekarang, malah Om yang ditangkap ?".

    Saya yakin, kesana arah pertanyaan dari Ivanka kalau misalnya ia diberitahu bahwa salah seorang polisi di Polres Jakarta Selatan -- tempat kasusnya dulu ditangani -- saat ini sedang dipenjara karena kasus pembunuhan.

    Salam persahabatan dari kami, Pak Wiliardi.

    Kami tidak malu mengakui bahwa kami adalah sahabat anda. Kalau saat ini, sejumlah besar orang yang sebenarnya kenal dengan anda, mendadak menjadi tidak ingin kenal maka kami orang pertama yang menyatakan bahwa kami sahabat Anda.

    Kami tidak malu untuk menyampaikan Anda polisi yang membanggakan selama ini.

    Keterlaluan kalau ada yang bilang Anda membunuh karena ingin naik pangkat dan berambisi jadi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya tetapi Kapolri BHD lebih memilik Mochamad Iriawan yang menduduki posisi tersebut.

    Maaf ya, patut dapat diduga Kapolri BHD juga semasa menjadi Kabareskrim Polri berambisi kok jadi KAPOLRI. Sekarang saja, patut dapat diduga Jenderal BHD mau melakukan apa saja untuk menyenangkan hati Presiden SBY agar tetap dipertahankan sebagai KAPOLRI, sehingga akhirnya membuat POLRI menjadi tidak netral.

    Hati-hati ya dalam memerintahkan bawahan menyampaikan pernyataan publik terkait kasus ini. Jangan paksa kami untuk membuka fakta-fakta yang kami ketahui seputar ambisi jabatan.

    Patut dapat diduga, seorang Komisaris Jenderal POLRI ada yang gelap mata ingin jadi Kabareskrim, Wakapolri atau KAPOLRI. Tiga jabatan sekaligus yang diincar saat ini. Mau bilang apa sekarang ? Akibat air liurnya ibarat menetes didera ambisi, patut dapat diduga perempuan simpanan dari perwira tinggi POLRI ini sampai nekat ke PARANORMAL. Bukankah itu hal yang menjijikkan ? Tak cuma menjijikkan tapi sesat luar biasa. Lalu karena tahu, bahwa kami mengenal banyak Pejabat Tinggi Negara si KOMJEN jenis yang satu ini sampai pernah membelikan 7 botol parfum, mutiara, mengirimkan ribuan pesan singkat SMS dan sebagainya (hanya untuk sekedar mengemis perhatian yang sangat menjijikkan). Ambisi kotor yang sangat busuk itu, patut dapat diduga menjadi bagian dari nafas kehidupan perwira tinggi model seperti ini.

    POLRI jangan sok pintar untuk menciptakan alibi atas perintah Kapolri BHD demi mencari pembenaran. Untuk mencari kebenaran, biarkan anak buah yaitu PENYIDIK POLDA METRO dan Tim PROPAM POLRI melakukan pemeriksaan yang intensif secara menyeluruh.

    KAPOLRI BHD, patut dapat diduga sangat kreatif mengarang alibi untuk menyelamatkan POLRI.

    Eh Bung BHD, maaf ya, kami ingin memberitahukan bahwa siapapun PIMPINAN POLRI maka ia hanya bisa menyelamatkan POLRI kalau anda profesional dan tidak menyeret POLRI menjadi tidak netral demi menyenangkan hati PENGUASA.

    Menangani seorang KOMJEN saja, patut dapat diduga KAPOLRI BHD tidak punya nyali dan sangat rendah diri untuk menindak tegas semua dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan KOMJEN tertentu dalam lingkungan POLRI.

    Sudahlah, kami juga tahu beberapa fakta yang sangat riil di lapangan. Satu contoh kecil saja, karena patut dapat diduga ingin menjilat kepada atasannya yaitu KAPOLRI JENDERAL SUTANTO, maka ada seorang KOMISARIS JENDERAL di Jajaran Bareskrim Polri semasa kepemimpinan Jenderal Sutanto yang dengan sangat lancang berani mengundang seorang wartawan ke ruang kerjanya.

    Lalu kepada wartawan itu, dikatakanlah bahwa dari semua polisi di POLRI ... hanya si KOMJEN inilah orang yang berjasa kepada JENDERAL SUTANTO sebab si KOMJEN ini yang mau jadi panitia pernikahan anak dari JENDERAL SUTANTO. Omongan yang samasekali tidak santun, tidak benar, ngarang saja dan lebih bermuatan penjilatan. Omongan itu sampai ke telinga Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dari wartawan yang di undang ke ruang kerja si KOMJEN tadi.

    Dan kami laporkan kepada JENDERAL SUTANTO. Untung saja, JENDERAL SUTANTO memang Pimpinan yang bijaksana sehingga selalu bersedia memberikan maaf dan permakluman. Dari dulu saja, patut dapat diduga sudah tercium bau ambisi yang kotor dan penuh penjilatan. Apalagi sekarang ! Jangan macam-macam deh. Daripada kami buka-buka semuanya.

    POLRI harus tetap profesional dan NETRAL.

    (Camkan itu, hei engkau yang patut dapat diduga masih mengidap sakit penjilatan kepada kekuasaan).

    Oke Pak Wiliardi, sekali lagi semoga anda mau menyuarakan kebenaran.

    Semoga anda tabah dan tetap tenang menjalani semua pemeriksaan dan persidangan. Dari kejauhan, kami sungguh berharap anda mau mempertimbangkan ini. Suarakan kebenaran. Katakan, apa sebenarnya yang terjadi. Masih tetap terbuka kesempatan untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.

    Jangan karena Anda memang pernah bertugas sebagai Kapolres di NTT, maka patut dapat diduga ada "PELAJARAN MENGARANG BEBAS" yang sengaja dimunculkan sehingga terbangun opini publik bahwa keterlibatan sejumlah EKSEKUTOR PEMBUNUHAN dalam kasus Nasrudin Zulkarnaen yaitu lelaki FLORES NTT adalah karena faktor tadi.

    Sekarang kalau kami balik pertanyaannya, ada PEMBUNUH FLORES terlibat, apakah memang karena Anda pernah tugas sebagai Kapolres di NTT, atau patut dapat diduga ada KOMISARIS JENDERAL FLORES dalam struktur organisasi POLRI yang menjadi makelar pembunuhan dalam kasus yang sadis, brutal dan tak manusiawi ini ?

    Sekali lagi Pak Wiliardi Wizard, TERIMAKASIH dari lubuk hati kami yang terdalam, atas kinerja yang sangat amat baik saat Anda memimpin POLRES JAKARTA SELATAN dalam menangani kasus pelecehan seksual yang dialami oleh 3 orang anak-anak dibawah umur sebagai korban dari kebejatan guru mereka sendiri.

    Anda bukan PEMBUNUH. Apa bedanya, Anda yang dikabarkan menyerahkan uang kepada eksekutor pembunuhan dalam kasus Nasrudin Zulkarnaen, dengan sindikat Komisaris Jenderal GM yang patut dapat diduga menerima uang miliaran atau bisa jadi triliunan dari bandar dan mafia narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS agar untuk yang ketiga kalinya lolos dari jerat hukum ?

    Untuk menyelamatkan sejumlah Perwira Tinggi POLRI yang terlibat, patut dapat diduga KAPOLRI BHD yang saat bandar MONAS sengaja diloloskan dari jerat hukum itu menjabat sebagai KABARESKRIM POLRI, sengaja mencopor 5 Penyidik BARESKRIM POLRI dari kalangan bawah saja.

    Apa bedanya, kesalahan Anda yang diminta menyerahkan uang atau diminta menemui Antasari untuk mewakili makelar utama dalam kasus pembunuhan ini, dengan skandal hukum paling memalukan dalam penanganan narkoba yang jungkir balik terkait bandar narkoba MONAS itu ? Tidak ada bedanya. Malah patut dapat diduga, jumlah uang yang diserahkan bandar narkoba MONAS kepada oknum Perwira Tinggi POLRI yang menjadi bekingnya mencapai triliunan rupiah.

    Dimana bedanya ? Sama-sama uang, malah yang paling sial disini adalah KOMBES WILIARDI WIZARD karena mau saja disuruh menyerahkan uang (tanpa tahu resiko berurusan dengan mafia-mafia pembunuhan yang patut dapat diduga juga menjadi beking dari bandar narkoba).

    Lalu apa bedanya, kesalahan dari KOMBES WILIARDI WIZARD yang dimanfaatkan tangannya untuk menyerahkan uang Rp. 500 juta kepada pembunuh di lapangan, dengan KAPOLRI BHD yang patut dapat diduga memanfaatkan INSTITUSI POLRI untuk memenangkan Presiden SBY dalam Pemilu Legislatif 2009 ? Sehingga, patut dapat diduga semua tindak pidana kecurangan menjadi mental tak bisa diproses secara hukum akibat ulah Jenderal BHD yang ngotot membela penguasa.

    Dimana letak perbedaannya ? Kalau Jenderal BHD ingin profesional sebagai Pimpinan, maka pertanyaannya adalah mengapa patut dapat diduga sejumlah POLISI yang terlibat dalam kasus dilepaskannya bandar judi DONI HARIYANTO -- yaitu yang patut dapat diduga bersekongkol dengan Jaksa dan sama-sama mendapatkan uang suap Rp. 700 juta agar bandar judi itu dilepaskan di tempat parkir -- tidak diproses secara hukum padahal POLISI itu menerima uang suap. Dan bukan justru memberikan ?

    Mengapa tidak diproses, oknum KOMJEN GM yang patut dapat diduga menerima uang triliunan rupiah dari bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS sehingga si bandar keparat ini bisa 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum (padahal isteri dari Monas sudah mendapatkan vonis mati ) ?

    Dimana keadilan itu ? Dan dimana wibawa Pemimpin yang tidak mampu menindak secara adil dan merata kepada para bawahannya ? Hentikan semua omong kosong yang bola liarnya sengaja mau dibuat untuk membusukkan KOMBES WILIARDI WIZARD. Hati-hati, banyak kasus yang patut dapat diduga disembunyikan oleh KAPOLRI BHD.

    Jangan ada satu manusiapun yang kebetulan saja saat ini menduduki jabatan penting merasa berhal dan sok mau jadi raja tega. Belagu benar. Kami sarankan, mematut diri sekarang di depan cermin.

    Alias, NGACA DULU dong lu !

    Salam Persahabatan,

    Mega Simarmata

    Pemimpin Redaksi KATAKAMI

  • Antara Nicolas Sarkozy, Peringatan 65 Tahun D-Day & Kontroversi Musibah Air France 774

    La-tour-Eiffel

    Jakarta 6/6/2009 (KATAKAMI) Rasanya penasaran juga, apakah Presiden Nicolas Sarkozy akan menyambut tamu-tamu kehormatan negaranya -- salah seorang diantaranya adalah Presiden ke-44 AS Barack Hussein Obama -- dengan penuh kehangatan dan senyuman.

    Seperti yang dilaporkan Radio Voice Of America (VOA), Presiden Barack Obama telah tiba di Perancis dimana ia akan menghadiri perayaan 65 tahun D Day yakni hari kemenangan tentara sekutu atas Nazi Jerman di Perancis pada Perang Dunia II. Presiden Obama tiba di Paris dari Jerman dimana ia meninjau kamp konsentrasi Buchenwald yang disebutnya sebagai bukti mutlak bagi mereka yang menolak adanya Hollocaust.

    Sementara menurut laporan Radio Nederland Belanda, Hari ini di Normandi, Perancis memperingati D-Day yaitu tepat 65 tahun yang lalu atau 6 Juni 1944, pasukan sekutu mendarat di pantai Perancis untuk membebaskan Eropa Barat. Setahun kemudian berakhirlah Perang Dunia Kedua. Upacara peringatan ini dihadiri antara lain oleh Presiden Amerika Barrack Obama, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Perdana Mentri Kanada Stephen Harper, Perdana Mentri Inggris Gordon Brown dan Putra Mahkota, Pangeran Charles. Puluhan veteran juga mengikuti upacara di Pantai Omaha, di mana banyak serdadu Amerika tewas. Sekitar setengah juta orang tewas baik di pihak sekutu maupun Jerman pada D-Day.

    Bertepatan dengan peringatan 65 tahun Normandi, laporan Radio Nederland juga menyebutkan bahwa Perancis mengirim kapal selam nuklir ke Samudra Atlantik untuk mencari bangkai pesawat milik Air France yang hilang Senin lalu. Kapal tersebut dilengkapi dengan alat deteksi yang bisa digunakan untuk mencari kotak hitam pesawat. Kotak dengan berbagai data tentang penerbangan itu terus mengirimkan signal selama tiga puluh hari. Sampai saat ini upaya pencarian terhadap sisa-sisa pesawat masih terus dilakukan. Cuaca buruk menyulitkan upaya pencarian. Pengadilan Prancis secara resmi memulai penyelidikan tentang siapa yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan yang menewaskan 228 penumpang tersebut. Media Prancis menyatakan kemungkinan pilot melakukan kesalahan. Mereka diduga terbang terlalu rendah dan lambat padahal cuaca sangat buruk.

    Musibah Air France 774, dapat didpahami merupakan pukulan yang sangat berat bagi dunia penerbangan Perancis, dan bagi Pemerintah serta seluruh rakyat Perancis.

    Semua pihak tentu menyambut baik, dikirimkannya armada kapal selam nuklir untuk mencari bangkai pesawat Air France itu. Masih ada waktu sampai 30 hari setelah kecelakaan, dimana sinyal dari kotal hitam dimungkinkan untuk terdeteksi secara akurat.

    Perancis, sesungguhnya adalah sebuah negara yang sangat cermat dan selalu mengambil hikmah dibalik musibah apapun yang terjadi di negara lain agar jangan terulang atau terjadi di negara mereka.

    Tahun 2002, Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata diminta untuk mengkoordinir undangan dari AIR FRANCE kepada sejumlah wartawan senior di Indonesia untuk mengunjungi Bandara Charles De Gaulle. Ada apakah gerangan ?

    Pasca serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, maka Pemerintah Perancis memutuskan untuk mengubah secara total sistem pelayanan dan pengamanan di Bandara Internasional Charles De Gaulle. Dari mulai jarak antara pintu masuk ke meja pendaftaran, sistem keamanan di bagasi dan segala sesuatu yang rawan untuk ditembus ancaman terorisme, dieliminir oleh Pemerintah Perancis dari potensi serangan radikalisme yang mematikan.

    Artinya, Perancis tidak pernah mau untuk kecolongan dan terlihat betul sangat serius untuk melindungi rakyat mereka. Serta, melindungi setiap wisatawan atau pelancong mancanegara yang datang ke Perancis.

    Undangan dari Pemerintah Perancis tahun 2002 itu, menjadi sebuah ironi yang ikut membuat hati kami bersedih jika di pertengahan tahun 2009 ini, Perancis justru mendapatkan sebuah cobaan yang cukup berat -- dimana maskapai penerbangan mereka bisa terjun bebas tanpa tanda-tanda mencurigakan.

    Sialnya, media setempat (Perancis) belum apa-apa sudah latah menyalahkan kapten pilot yang menerbangkan pesawat itu dari Rio De Janeiro (Brazil).

    Seakan-akan, media Perancis sudah tak sabar untuk segera menghajar apapun dan siapapun yang layak dijadikan kambing hitam. Ini sebuah keprihatinan yang pantas dikoreksi.

    Berikan dulu waktu dan kesempatan kepada semua aparat yang terkait untuk mendalami dan memeriksa seluruh peluang yang dapat memberikan petunjuk awal bagi terungkapnya latar belakang yang sesungguhnya terkait musibah jatuhnya pesawat Air France 774.

    Apakah akan sebodoh itu seorang kapten pilot, terbang rendah atau terbang pelan, ditengah badai tropis ? Dan kata siapa, atau apa buktinya, jika pesawat itu terbang rendah atau juga terbang pelan, di tengah badai tropis ? Data apa, dan rekaman apa, yang dapat membuktikan hipotesa bahwa kapten pilot Air France 774 bertindak bodoh, salah dan gegabah dalam menerbangkan pesawat naas itu ?

    Jika memang ada data, bukti dan rekaman yang otentik bahwa musibah itu disebabkan human error, maka harusnya dari detik pertama kecelakaan, Pemerintah Brazil dan Perancis telah mengumumkan secara resmi kepada dunia internasional bahwa musibah itu disebabkan karena HUMAN ERROR atau kesalahan manusia.

    Media barat, khususnya media di Perancis, harus banyak menahan diri dalam melepaskan pemberitaan yang tendensius terkait musibah ini. Tidak manusiawi jika belum apa-apa, sudah menyalahkan dan menghajar habis-habisan kapten pilot yang justru ikut menjadi korban.

    Semua pihak tetap mendukung langkah konkrit dari Pemerintah Brazil dan Perancis dalam menangani musibah ini. Negara-negara yang terpandang seperti Brazil dan Perancis, pasti akan menangani musibah ini dengan sebaik-baiknya. Cara mereka memperlakukan keluarga korban dari awal kecelakaan saja, sudah terlihat sangat profesional dan bertanggung jawab.

    Sehingga, langkah-langkah selanjutnya hampir dapat dipastikan, akan tetap profesional dan bertanggung-jawab.

    Pemerintah Brazil dan Perancis, diharapkan juga tidak perlu ragu-ragu untuk melibatkan negara lain atau meminta pertolongan secara resmi kepada pihak manapun yang dirasakan sangat berguna untuk dilibatkan dalam upaya pengusutan.

    Bukalah semua kemungkinan kerjasama secara internasional.

    Bukalah semua kemungkinan mengenai potensi penyebab kecelakaan itu.

    Dengan sepenuh hati, disampaikan belasungkawa dan solidaritas yang sangat tulus kepada Perancis dalam menghadapi musibah ini. Anda tidak sendiri dalam menghadapi musibah yang sangat menyedihkan ini.

    Perancis, sebagai negara yang terberkati oleh Tuhan, akan senantiasa mendapatkan bimbingan dan perlindungan.

    Sabar, sabar dan bersabarlah selalu dalam duka yang sepahit apapun.

    (MS)

  • Membanggakan Pidato Obama Yang Tekankan Pentingnya Harmonisasi Hubungan Baru AS & Dunia Islam

    President barack Hussein Obama

    Jakarta 5/6/2009 (KATAKAMI) Dengan tangan kidalnya, Barack Hussein Obama memberikan lambaian kepada seluruh hadirin yang mendengarkan pidato berjudul PERMULAAN YANG BARU di Universitas Kairo.

    Transkrip utuh dari pidato Presiden Obama, kami muat dalam semua blog KATAKAMI.

    Dunia Arab menyambut baik pidato Obama. Ini disampaikan Sekretaris Liga Arab, Amr Moussa mengatakan pidato Obama penuh pertimbangan dan visioner.

    Mengawali pidatonya dengan sapaan berbahasa Arab "Assalamualaikum" dan mencantumkan kutipan ayat Quran sebanyak 4 kali, terlihat betul bahwa Obama memang menyiapkan betul-betul pidato itu dengan sebaik-baiknya agar dapat maksimal dan memberikan bobot yang tinggi dalam penilaiannya secara merata di mata semua pihak.

    Ia juga menyelipkan kutipan dari Injil, tanpa bermaksud untuk menggurui. Tetapi, Obama pasti ingin ada ada keselarasan dan keseimbangan yang menyatu dalam pidato memukau itu.

    Seluruh dunia telah mendengarkan pidato Obama yang sangat menyentuh hati dan menunjukkan bahwa AS memang benar ingin membangun (sekaligus memulihkan) hubungan dengan Dunia Islam -- terutama yang menjadi skeptis dan penuh kecurigaan terhadap AS -- pasca penanganan terorisme yang dinilai berlebihan oleh pemerintahan sebelum Obama.

    Sejujurnya yang tidak adil dalam permasalahan ini adalah selalu saja AS yang dituding, dihujat dan disudutkan dalam sejumlah permasalahan global.

    Tidak terdengar tudingan, hujatan dan agresivitas yang menyudutkan kelompok Al Qaeda misalnya.

    Kami berbicara secara khusus kepada Sekjen PBB Ban Ki Moon, terutama kepada Dewan Keamanan PBB, mengapa tidak pernah ada keseriusan yang sangat melembaga untuk mengajukan Osama Bin Laden sebagai penjahat kemanusiaan dan pelanggar HAM berat.

    Jika kepada Presiden Sudan saja, Mahkamah Internasional berani mengirimkan surat penangkapan maka harusnya kepada seorang panglima tertinggi kelompok teroris paling sadis sedunia, PBB -- khususnya Dewan Keamanan PBB -- dan Mahkamah Internasional harus berani mengirimkan surat penangkapan.

    Tidak bisa hanya AS yang berjalan sendirian untuk mencari, menguber dan berusaha menangkap Osama Bin laden.

    Kejahatan kemanusiaan, pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum yang dilakukan Osama lewat tragedi serangan 11 September 2001, sangat layak untuk dijadikan alasan penangkapan.

    Membunuh 3000 orang hanya dalam waktu sekian jam, itu adalah perbuatan "GENOSIDA".

    Dan kembali pada pidato Presiden Obama di Kairo, telah berkumandang dengan baik di Mesir. Obama kini telah melanjutkan perjalanan berikutnya dalam lawatan luar negeri selama 5 hari ke 4 negara.

    Saat ini ia berada di Jerman, dan selanjutnya akan berakhir pada kunjungan di Perancis.

    Dunia Islam dan dunia internasional, menantikan bagaimana implementasi atau terwujudnya dari poin poin penting yang dijanjikan dan ditegaskan Presiden Obama dalam pidatonya tersebut.

    Sambutlah uluran tangan dari AS yang disampaikan dengan penuh ketulusan kepada semua pihak -- khususnya kepada Negara-Negara (Dunia) Islam.

    Jangan ditampik. Jangan ditolak. Jangan didiamkan.

    Sambutlah uluran tangan mereka dan masing-masing pihak menunjukkan itikat yang baik untuk membangun sebuah lembaran baru yang penuh harmoni.

    Harmonisasi yang mengiringi langkah kerjasama antara AS dengan Dunia Islam dengan prinsip saling menghormati, akan membuat kehidupan di dunia dan segala sesuatu terkait peradaban -- pasti akan berlangsung menjadi lebih "hidup" dan "bersemarak" dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Obama memang terbukti telah berhasil menguasai "panggung" yang telah diisinya di Kairo dengan penyampaian pidato yang sangat membanggakan.

    Jangan diartikan bahwa ia hendak menggurui atau bersikap lancang terhadap Islam, Umat Islam atau Negara-Negara Islam. Janganlah diartikan bahwa AS bersikap ganda dalam menjalin relasi dan kerjasama dengan Dunia Muslim.

    Seperti judul sebuah lagu, "Tomorrow Will Be Better".

    Ya, semoga hari esok memang menjadi lebih baik, lebih manusiawi, lebih taat hukum, lebih menyenangkan, lebih damai dan lebih berkualitas dalam semua aspek kehidupan di seluruh dunia, dengan adanya komitmen yang kuat dari seorang Barack Hussein Obama yang menegaskan kesungguhan dan keseriusan AS dalam menjalin hubungan baru yang saling menghormati ini. Hubungan yang penuh harmonisasi. Hubungan yang saling menguntungkan. Hubungan yang tak akan lekang, walau dimakan oleh waktu.

    Very good speech, Barry ! It's very touching !

    (MS)

  • Pidato Presiden Barack Hussein Obama DI Universitas Kairo : PERMULAAN YANG BARU

    Dimuat juga seutuhnya di http://www.blogskatakami.vox.com , http://www.katakamix.blogspot.com dan di http://www.katakaminews.wordpress.com

    President barack Hussein Obama

    PRESIDEN BARACK HUSSEIN OBAMA :

    Terima kasih. Selamat siang. Saya merasa terhormat untuk berada di kota Kairo yang tak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa.

    Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi ujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universitas Kairo telah menjadi sumber kemajuan Mesir.

    Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan kemajuan. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir.

    Dan saya juga bangga untuk membawa bersama saya niat baik rakyat Amerika, dan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum”.

    Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Serikat dan warga Muslim seluruh dunia – ketegangan yang berakar pada kekuatankekuatan sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama ini mencakup berabad-abad koeksistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan perangperang
    bernuansa agama.

    Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta sebuah Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka tanpa mengacuhkan aspirasi mereka sendiri. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang dibawa modernitas dan globalisasi membuat banyak Muslim menilai Barat bersikap memusuhi tradisi Islam.

    Kalangan ekstrimis yang keras telah mengeksploitasi keteganganketegangan yang ada dalam segmen kecil namun merupakan minoritas kuat di kalangan Muslim ini.

    Serangan pada tanggal 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang warga sipil telah membuat sebagian kalangan di negara saya untuk menilai Islam tidak saja memusuhi Amerika dan negara-negara Barat, tapi juga hak asasi manusia. Semua ini telah memupuk rasa takut dan lebih banyak rasa tidak percaya.

    Selama hubungan kita ditentukan oleh perbedaan-perbedaan kita, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian bukan perdamaian, mereka yang mempromosikan konflik bukan kerja sama yang dapat membantu semua rakyat kita mencapai keadilan dan kemakmuran.

    Lingkaran kecurigaan dan permusuhan ini harus kita akhiri.

    Saya datang ke Kairo untuk mencari sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling menghormati – dan didasarkan kenyataan bahwa Amerika danIslam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Justru keduanya bertemu dan berbagi prinsip-prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip
    keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia.

    Saya mengakui bahwa perubahan tidak dapat terjadi dalam semalam.

    Saya tahu sudah banyak pemberitaan mengenai pidato ini, tetapi tidak ada satu pidato tunggal yang mampu menghapus ketidakpercayaan yang terpupuk selama bertahun-tahun, dan saya pun tidak mampu dalam waktu yang saya miliki siang ini menjawab semua pertanyaan rumit yang
    membawa kita ke titik ini.

    Tapi saya percaya bahwa supaya kita bisa melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya
    diungkapkan di belakang pintu tertutup. Harus ada upaya yang terus menerus dilakukan untuk mendengarkan satu sama lain; untuk belajar dari satu sama lain; untuk saling menghormati, dan untuk mencari persamaan.

    Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan
    bicaralah selalu tentang kebenaran.” (Tepuk tangan.)

    Ini yang saya akan coba lakukan hari ini – untuk berbicara tentang kebenaran sebaik kemampuan saya, dengan direndahkan hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan yang sama-sama kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita.

    Nah, sebagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya pribadi. Saya penganut Kristiani, tapi ayah saya berasal dari keluarga asal Kenya yang mencakup sejumlah generasi penganut Muslim. Sewaktu kecil, saya tinggal beberapa tahun di Indonesia dan mendengar lantunan adzan di
    waktu subuh dan maghrib.

    Ketika pemuda, saya bekerja di komunitas-komunitas kota Chicago yang banyak anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam mereka.

    Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam.

    Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim – (tepuk tangan) -- yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya.

    Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang
    dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin. – (tepuk tangan)

    Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko.

    Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman umat Muslim.”

    Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka telah berjuang dalam perang-perang kami, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak sipil, mengajar di perguruan-perguruan tinggi kami, unggul dalam arena-arena
    olah raga kami, memenangkan Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung
    kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpiade.

    Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres belum lama ini,
    ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapak Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya. (tepuk tangan).

    Jadi saya telah mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa kemitraan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam.

    Dan saya menganggap ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memerangi stereotip negatif tentang Islam di mana pun munculnya. (tepuk tangan).

    Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. (tepuk tangan) Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotip yang mentah, Amerika juga bukan stereotip mentah tentang sebuah kerajaan yang hanya punya kepentingan sendiri.

    Amerika Serikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kerajaan. Kami didirikan berdasarkan sebuah ide bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”.

    Banyak yang telah dikatakan mengenai fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. (tepuk tangan).

    Tapi kisah pribadi saya bukanlah sesuatu yang unik.

    Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata. (tepuk tangan)

    Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan memraktikkan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1200 masjid di dalam batas negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk
    membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya. (tepuk tangan)

    Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika.

    Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dalam damai dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk
    mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

    Tentu saja, mengenali persamaan kemanusiaan kita hanyalah awal dari tugas kita. Justru ini adalah sebuah awal. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat kita. Kebutuhan-kebutuhan itu baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang.

    Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi
    adalah tantangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan
    kita semua.

    Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko.

    Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. (tepuk tangan) Itulah artinya
    berbagi dunia di abad ke-21.

    Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia.

    Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit diemban. Karena sejarah manusia telah merekam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justru akan mengalahkan diri sendiri. Karena saling ketergantungan kita, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal.

    Jadi apa pun pikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan kemitraan; kemajuan harus dibagi bersama. (tepuk tangan)

    Nah, itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegangan ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan segamblang mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi bersama.

    Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme keras dalam semua wujudnya.

    Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. (tepuk tangan) Kami akan, meski demikian, tak lelah-lelahnya melawan kelompok ekstrim keras yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang
    juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah.

    Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika.

    Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan kebutuhan kita untuk bekerja sama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Serikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan dukungan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu.

    Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September.

    Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan
    banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain.

    Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, mengklaim pujian atas serangan tersebut, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk
    memperluas jangkauan mereka.

    Ini bukan opini yang dapat diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi.

    Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak berencana mendirikan basis militer di sana. Sangat menyakitkan bagi Amerika untuk kehilangan nyawa banyak warga pria dan wanita kami.

    Adalah mahal dan sulit secara politik untuk melanjutkan konflik ini. Kami dengan senang hati akan memulangkan setiap tentara kami jika kami bisa yakin bahwa tidak ada kaum ekstrimis keras di
    Afghanistan dan Pakistan yang bertekad membunuh sebanyak mungkin orang Amerika sebisa mereka. Tetapi hal itu tidak bukanlah kenyataan yang ada sekarang. Itulah sebabnya kami bermitra dengan koalisi 46 negara.

    Dan meski biayanya besar, niat Amerika tidak akan melemah. Tak satu pun dari kita yang seharusnya mentoleransi kaum ekstrimis seperti ini. Mereka telah membunuh di banyak negara. Mereka telah membunuh orang dari beragam agama – lebih dari yang lain, mereka telah membunuh umat Muslim.

    Tindakan-tindakan mereka sangat bertentangan dengan hak umat manusia, kemajuan bangsa-bangsa, dan dengan Islam.

    Kitab suci Al Quran mengajarkan bahwa siapa yang membunuh orang tak bersalah, maka ia
    seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang; maka ia telah menyelamatkan semua umat manusia. (tepuk tangan) Iman indah yang diyakini oleh lebih semiliar orang sungguh lebih besar daripada kebencian sempit sekelompok orang. Islam bukanlah bagian dari masalah dalam memerangi ekstrimisme keras – Islam haruslah menjadi bagian penting dari penggalakkan perdamaian.

    Kami juga tahu bahwa kekuatan militer saja tidak akan memecahkan masalah di Afghanistan dan Pakistan. Itu sebabnya kami berencana untuk menanam investasi sebesar 1,5 miliar dolar setiap tahun selama lima tahun ke depan untuk bermitra dengan warga Pakistan membangun sekolah,
    rumah sakit, jalan-jalan, dan usaha, dan ratusan juta untuk membantu mereka yang telah kehilangan tempat tinggal.

    Dan itu sebabnya kami menyediakan lebih dari 2.8 miliar dolar untuk membantu rakyat
    Afghanistan membangun ekonomi mereka dan menyediakan jasa-jasa yang
    dibutuhkan masyarakat.

    Kini saya akan berbicara tentang masalah Irak. Tidak seperti Afghanistan, Irak adalah perang karena pilihan yang telah menimbulkan perbedaan-perbedaan kuat di negara saya dan di dunia. Meski saya percaya bahwa rakyat Irak pada akhirnya lebih baik tanpa tirani Saddam Hussein, saya juga percaya bahwa peristiwa-peristiwa di Irak telah mengingatkan Amerika tentang perlunya menggunakan diplomasi dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah-masalah kita kapan pun memungkinkan. (tepuk tangan).

    Kita bahkan dapat mengingat kata-kata salah satu presiden terbesar kami, Thomas Jefferson, yang mengatakan: “Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita,
    dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan,
    justru semakin besar kekuatan itu.”

    Hari ini Amerika memiliki dua tanggung jawab: yaitu untuk membantu Irak membangun masa depan yang lebih baik, dan untuk menyerahkan Irak ke tangan rakyat Irak. (tepuk tangan) Saya telah
    menjelaskan kepada warga Irak bahwa kami tidak berencana mendirikan basis di sana, dan tidak mengklaim baik teritori maupun sumber daya mereka. Kedaulatan Irak ada di tangan mereka sendiri.

    Itu sebabnya saya memerintahkan pencabutan brigade-brigade tempur kami sampai bulan Agustus mendatang. Itu sebabnya kami akan menghormati kesepakatan kami dengan pemerintah Irak yang terpilih secara demokratis untuk menarik pasukan tempur dari kota-kota Irak pada Juli mendatang, dan untuk memulangkan semua tentara kami dari Irak pada tahun 2012. Kami akan
    membantu Irak melatih Tentara Keamanan dan membangun ekonominya.

    Tapi kami akan mendukung Irak yang aman dan bersatu sebagai mitra, dan tidak pernah sebagai pelindung. Dan akhirnya, seperti halnya Amerika tidak pernah bisa mentoleransi kekerasan oleh kaum ekstrimis, kami tidak pernah boleh mengompromikan prinsip-prinsip kami. Serangan 11 September adalah trauma besar bagi negara kami. Rasa takut dan marah yang muncul karenanya bisa dipahami, tapi dalam sejumlah kasus, itu telah membuat kami bertindak berlawanan dengan pemikiran-pemikiran kami. Kami sedang mengambil langkahlangkah konkret untuk mengubah arah.

    Saya telah sepenuhnya melarang praktik penyiksaan oleh Amerika Serikat, dan saya telah memerintahkan penutupan penjara di Teluk Guantanamo awal tahun depan.

    Jadi Amerika akan membela diri, dengan menghormati kedaulatan bangsa-bangsa dan aturan hukum. Dan kami akan melakukannya dalam kemitraan dengan masyarakat-masyarakat Muslim yang juga terancam. Semakin cepat kaum ekstrimis diisolasi dan diusir dari dalam masyarakatmasyarakat Muslim, semakin cepat kita semua akan menjadi selamat.

    Sumber ketegangan besar yang kedua yang perlu kita diskusikan adalah situasi antara warga Israel, Palestina, dan dunia Arab. Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan
    sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari. Di seantero dunia, kaum Yahudi telah ditindas selama berabad-abad, dan anti-Semitisme di Eropa memuncak dalam peristiwa Holocaust yang
    tidak pernah ada sebelumnya.

    Besok saya akan mengunjungi Buchenwald yang menjadi bagian dari jaringan kamp-kamp tempat kaum Yahudi diperbudak, disiksa, ditembak, dan digas hingga tewas oleh Third Reich. Enam juta orang Yahudi terbunuh – lebih banyak dari seluruh populasi Yahudi di Israel hari ini. Mengingkari fakta tersebut adalah tidak berdasar, bodoh, dan penuh kebencian. Mengancam Israel dengan penghancuran – atau mengulangi stereotip keji tentang umat Yahudi – sungguh sangat salah
    dan hanya akan membangkitkan kembali ingatan yang terperih di benak umat Yahudi sembari mencegah perdamaian yang patut dimiliki rakyat di kawasan ini.

    Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina – baik yang Muslim maupun yang Kristen – telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani.

    Mereka menerima hinaan setiap hari – besar dan kecil – yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan
    sebuah negara milik mereka sendiri. (tepuk tangan)

    Selama beberapa dekade, yang ada hanyalah jalan buntu: Dua rakyat dengan aspirasi yang sah, masing-masing memiliki sejarah menyakitkan yang membuat kompromi sulit dilakukan. Adalah mudah untuk menuding – rakyat Palestina menuding hilangnya tempat tinggal akibat berdirinya
    negara Israel, dan rakyat Israel menuding permusuhan yang terus menerus dan serangan dari dalam batas negaranya sendiri dan dari luar sepanjang sejarah negara tersebut.

    Tapi jika kita melihat konflik ini hanya dari satu sisi mana pun, maka kita akan dibutakan dari kebenaran: satu-satunya resolusi adalah aspirasi kedua pihak diwujudkan melalui dua negara, di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing hidup dalam damai dan keamanan. (tepuk tangan)

    Ini adalah kepentingan Israel, kepentingan Palestina, dan kepentingan Amerika. Itu sebabnya saya berniat untuk secara pribadi mengejar hasil ini, dengan segala kesabaran yang dituntut oleh tugas ini. (tepuk tangan)

    Kewajiban-kewajiban yang telah disepakati pihak-pihak menurut Peta Jalan telah jelas. Supaya perdamaian terwujud, waktunya bagi mereka – dan bagi kita semua – untuk melakukan tanggung jawab kita.

    Warga Palestina harus meninggalkan kekerasan. Perlawanan lewat kekerasan dan pembunuhan adalah salah dan tidak akan berhasil. Selama berabad-abad, rakyat kulit hitam di Amerika menderita hentakan pecut sebagai budak dan penghinaan akibat pemisahan berdasarkan warna kulit.

    Tetapi bukan kekerasan yang memenangkan hak-hak persamaan sepenuhnya.

    Sebuah tuntutan damai namun penuh tekad bagi realisasi kondisi ideal yang merupakan inti dari pendirian Amerika. Kisah sama ini juga diceritakan oleh rakyat mulai dari Afrika Selatan sampai Asia Selatan; dari Eropa Timur sampai Indonesia.

    Sebuah kisah yang mengandung kebenaran yang sederhana: bahwa kekerasan merupakan sebuah jalan buntu.Bukanlah sebuah tanda keberanian atau kekuasaan kalau menembak roket ke
    anak-anak yang sedang tidur, atau meledakkan perempuan tua di dalam bis.

    Itu bukanlah cara untuk mengklaim moralitas; namun itu merupakan cara untuk menghilangkannya.
    Kini waktunya untuk warga Palestina memusatkan perhatian kepada apa yang bisa mereka bangun. Penguasa Palestina harus mengembangkan kemampuan untuk memerintah, dengan institusi yang melayani kebutuhan rakyatnya. Hamas memiliki dukungan di sebagian kalangan rakyat Palestina, tetapi mereka juga punya tanggung jawab. Guna memainkan peran yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina, dan untuk mempersatukan rakyat Palestina, Hamas harus mengakhiri kekerasan, menghormati persetujuan di masa lalu dan mengakui hak eksistensi Israel.

    Secara bersamaan, rakyat Israel harus mengakui bahwa sebagaimana hak Israel untuk eksis tidak bisa dibantah, demikian pula halnya dengan hak Palestina. Amerika Serikat tidak menerima keabsahan dari mereka yang berniat melenyapkan Israel ke dalam laut, tetapi kami juga tidak menerima keabsahan dari penerusan pembangunan pemukiman (tepuk tangan)
    Yahudi.

    Pekerjaan konstruksi ini melanggar persetujuan sebelumnya dan melemahkan usaha mencapai perdamaian. Sudah tiba waktunya pembangunan pemukiman ini dihentikan. (tepuk tangan)
    Israel harus memenuhi kewajibannya untuk memastikan rakyat Palestina bisa hidup dan bekerja serta membangun masyarakat mereka. Selain menghancurkan banyak keluarga Palestina, terus berlangsungnya krisis kemanusiaan di Gaza juga tidak memperkuat keamanan Israel; begitu
    pula halnya dengan terus berlangsungnya kelangkaan peluang di Tepi Barat.

    Kemajuan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus menjadi bagian dari peta jalan menuju perdamaian, dan Israel harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memberdayakan kemajuan semacam itu.

    Akhirnya, Negara-Negara Arab harus menyadari bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan awal yang penting, tetapi bukan akhir dari tanggung jawab mereka. Konflik Arab – Israel tidak bisa lagi dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat negara-negara Arab dari masalah-masalah
    lainnya.

    Sebaliknya, konflik itu harus menjadi penggerak untuk membantu rakyat Palestina mengembangkan institusi yang akan melanggengkan negara mereka; mengakui hak Israel; serta memilih kemajuan ketimbang fokus pada masa lalu yang begitu melemahkan.

    Amerika akan menyesuaikan kebijakannya dengan mereka yang memperjuangkan perdamaian dan mengatakan secara terbuka apa yang kami katakan secara pribadi kepada warga Israel, Palestina, dan Negara-Negara Arab. (tepuk tangan)

    Kita tidak bisa memaksakan perdamaian.

    Tetapi secara pribadi, banyak orang Muslim menyadari bahwa Israel tidak akan lenyap; juga banyak orang Israel menyadari perlunya kehadiran sebuah negara Palestina. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertindak berdasarkan apa yang oleh setiap orang diketahui merupakan hal yang
    benar.

    Terlalu banyak air mata sudah diteteskan. Terlalu banyak darah sudah ditumpahkan.

    Kita semua memiliki tanggung jawab untuk berjuang menciptakan sebuah masa dimana para ibu Israel dan Palestina bisa menyaksikan anak-anak mereka tumbuh tanpa ketakutan; masa dimana
    Tanah Suci dari ketiga agama besar merupakan tempat perdamaian yang diinginkan Allah; masa dimana Jerusalem merupakan tempat tinggal aman dan langgeng bagi orang Yahudi dan Kristen dan Muslim, dan merupakan sebuah tempat untuk semua keturunan Abraham hidup bersama secara damai sebagaimana dikisahkan dalam ISRA, ketika Musa, Yesus dan
    Muhammad (damai bersama mereka) bergabung dalam ibadah doa. (tepuk
    tangan)

    Sumber ketegangan ketiga adalah kepentingan kita bersama sehubungan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara atas senjata nuklir. Isu ini menjadi sumber ketegangan baru-baru ini antara Amerika dan Republik Islam Iran.

    Selama bertahun-tahun, Iran mendefinisikan dirinya sebagian lewat oposisinya terhadap negara saya, dan memang ada sejarah yang kacau di antara kami. Di tengah-tengah Perang Dingin, Amerika memainkan peran dalam penggulingan pemerintah Iran yang terpilih secara
    demokratik. Sejak Revolusi Islam, Iran telah memainkan peran dalam tindak penyanderaan dan kekerasan terhadap pasukan dan warga sipil Amerika.

    Sejarah ini diketahui secara luas. Daripada terperangkap dalam masa lalu, saya telah menjelaskan kepada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Pertanyaannya kini, bukanlah apa yang ditentang Iran, tetapi masa depan apa yang ingin dibangunnya.

    Sulit untuk mengatasi puluhan tahun ketidakpercayaan, tetapi kami akan maju dengan keberanian, kebenaran dan tekad. Banyak isu yang harus dibahas oleh kedua negara kita, dan kami siap melangkah maju tanpa prasyarat namun didasarkan pada sikap saling menghormati.

    Tetapi jelas bagi semua pihak yang berkepentingan bahwa dalam soal senjata nuklir kita telah mencapai titik yang menentukan. Ini bukan sekedar terkait kepentingan Amerika, ini berhubungan dengan pencegahan perlombaan senjata nuklir yang bisa menyebabkan wilayah ini terjerumus ke dalam jalur sangat berbahaya dan menghancurkan tatanan non-proliferasi global.

    Saya memahami mereka yang memprotes bahwa beberapa negara memiliki senjata sementara yang lainnya tidak. Tak satupun negara bisa menentukan negara-negara mana yang boleh memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya saya secara kuat mempertegas komitmen Amerika untuk mengusahakan sebuah dunia di mana tak satu pun negara memiliki senjata
    nuklir. (tepuk tangan)

    Dan setiap negara – termasuk Iran – harus punya akses ke energi nuklir untuk tujuan damai apabila ia patuh pada tanggung jawabnya dibawah Persetujuan Non-Proliferasi Nuklir. Komitmen itu
    merupakan inti dari Persetujuan itu, dan harus diberikan kepada semua pihak yang mematuhinya.
    Isu keempat yang akan saya tanggapi adalah demokrasi. (tepuk tangan).

    Saya percaya pada sebuah sistem pemerintahan yang memberi hak bersuara kepada rakyatnya, dan yang menghormati penegakan hukum serta hak untuk semua manusia.

    Saya tahu bahwa ada kontroversi tentang penggalakkan demokrasi dalam tahun-tahun terakhir ini, dan sebagian dari kontroversi ini terkait dengan perang di Irak.

    Saya perjelas: sistem pemerintahan apa pun tidak bisa dipaksakan kepada sebuah negara oleh
    negara lainnya. Tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen saya kepada negara-negara
    yang mencerminkan keinginan rakyatnya. Setiap negara menghidupkan prinsip-prinsipnya dengan caranya sendiri, yang berasal dari tradisi rakyatnya. Amerika tidak berpretensi tahu apa yang terbaik untuk semua orang, sebagaimana juga kami tidak berpretensi bahwa kami bisa
    menentukan hasil dari sebuah pemilihan damai.

    Tetapi saya memiliki keyakinan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa semua orang merindukan hal-hal tertentu: Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan ikut menentukan bagaimana bentuk pemerintahan; mempercayai penegakan hukum dan penyelenggaraan keadilan yang sama untuk setiap orang; pemerintahan yang transparan dan tidak mencuri dari rakyatnya; kebebasan untuk hidup sesuai pilihan masing-masing. Itu bukan sekedar ide-ide Amerika, itu adalah hak asasi manusia dan oleh karena itu kami akan mendukungnya di mana saja.

    Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu.

    Tetapi yang jelas adalah: pemerintahan-pemerintahan yang melindungi hak-hak ini pada akhirnya akan lebih stabil, sukses dan aman.Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu.Tetapi yang jelas adalah: Memberangus ide-ide tidak pernah berhasil melenyapkannya. Amerika menghormati hak-hak dari semua suara damai dan patuh hukum agar didengar di seluruh dunia meskipun kita tidak sepakat dengan mereka.

    Dan kami menyambut gembira semua pemerintahan terpilih dan damai – asalkan mereka memerintah dengan menghormati rakyatnya.

    Dimanapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua fihak yang memegang kekuasaan,

    Butir ini penting karena ada yang memperjuangkan demokrasi hanya pada saat mereka tidak berkuasa; setelah berkuasa, mereka secara keji memberangus hak-hak orang lain. (tepuk tangan)

    Di manapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar
    tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan. anda harus mempertahankan kekuasaan lewat konsensus, bukan pemaksaan; anda harus menghormati hak-hak minoritas, dan berpartisipasi dalam semangat toleransi dan kompromi, anda harus mendahulukan kepentingan rakyat anda dan usaha sah dari proses politik di atas kepentingan partai. Tanpa ramuan ini pemilihan saja tidak akan menciptakan demokrasi yang murni.

    ANGGOTA HADIRIN: Barack Obama, kami cinta anda!

    PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. (tepuk tangan)

    Isu kelima yang harus kita tanggapi bersama adalah kebebasan beragama. Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan. Kita menyaksikan hal ini dalam sejarah Andalusia dan Kordoba.

    Saya menyaksikan hal itu langsung ketika masih kanak-kanak di Indonesia, di mana warga Kristen yang saleh bebas beribadah di sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Itulah semangat yang kita butuhkan kini.

    Orang di setiap negara harus bebas memilih dan menjalankan keyakinan mereka berdasarkan keyakinan pikiran, hati dan jiwa. Toleransi ini penting agar agama bisa berkembang, tetapi juga ditantang dengan berbagai cara.

    Di kalangan Muslim tertentu ada kecenderungan yang merisaukan, yakni mengukur kedalaman keyakinan diri sendiri lewat penolakan keyakinan orang lain. Kebhinekaan agama yang memperkaya harus ditegakkan – apakah itu kelompok Maronit di Lebanon atau Koptik di
    Mesir. (tepuk tangan)

    Dan garis pemisah juga harus dihilangkan di antara warga Muslim, sebagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah telah mengakibatkan kekerasan yang tragis, khususnya di Irak.
    Kebebasan beragama penting bagi kemampuan rakyat hidup bersama. Kita harus senantiasa menelaah cara-cara yang kita pakai untuk melindunginya. Misalnya, di Amerika Serikat, peraturan sumbangan amal telah mempersulit warga Muslim untuk memenuhi kewajiban agama
    mereka.

    Itulah sebabnya saya bertekad untuk bekerja sama dengan warga Muslim Amerika guna memastikan mereka bisa memenuhi zakat. Juga penting agar negara-negara Barat mencegah larangan kepada warganegara Muslim untuk mempraktikkan agama sesuai kehendak mereka
    – misalnya, dengan mendikte pakaian apa yang boleh dikenakan seorang
    perempuan Muslim.

    Sederhananya, kita tidak bisa menyembunyikan ketidaksenangan terhadap agama apapun lewat alasan liberalisme. Keyakinan seharusnya mempersatukan kita. Itulah sebabnya kami mengikhtiarkan proyek-proyek di Amerika yang mempertemukan warga Kristen, Muslim dan Yahudi. Itulah sebabnya kami menyambut gembira usaha dialog Antar Agama Raja Abdullah dan kepemimpinan Turki dalam Aliansi Keberadaban. Di seluruh dunia kita bisa memanfaatkan dialog
    menjadi pelayanan Antar Keyakinan, sehingga jembatan di antara berbagai rakyat mengarah pada tindakan – apakah itu berupa perang melawan malaria di Afrika atau menyediakan bantuan bencana alam.

    Isu keenam yang ingin saya tanggapi adalah hak-hak perempuan. Saya tahu ada perdebatan tentang isu ini. Saya menolak pandangan beberapa pihak di Barat bahwa perempuan yang memilih untuk menutupi rambutnya seakan-akan tidak memiliki persamaan hak, tetapi saya juga
    berpendapat bahwa seorang perempuan yang tidak bisa menikmati pendidikan tidak diberi kesamaan hak.

    Dan bukan kebetulan bahwa negaranegara di mana kaum perempuannya terdidik secara baik juga makmur.

    Saya perjelas: isu-isu mengenai persamaan hak perempuan bukan semata-mata merupakan isu untuk Islam. Di Turki, Pakistan, Bangladesh dan Indonesia, kita saksikan di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, mereka memilih seorang perempuan untuk memimpin.

    Sementara itu, perjuangan bagi persamaan hak perempuan masih terus merupakan aspek dalam kehidupan di Amerika, dan di negara-negara di seluruh dunia.

    Itulah sebabnya Amerika akan bermitra dengan setiap negara yang mayoritas penduduknya Muslim guna mendukung perluasan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, dan membantu perempuan muda memperjuangkan pekerjaan lewat pinjaman untuk usaha kecil yang membantu rakyat merealisasikan cita-cita mereka.

    Saya yakin putri-putri kita bisa menyumbang kepada masyarakat setara seperti putra-putra kita, (tepuk tangan) dan kemakmuran kita bersama bisa dimajukan dengan memberi kesempatan kepada semua orang – laki-laki dan perempuan – mencapai potensi mereka sepenuhnya. Saya
    berpendapat perempuan tidak harus membuat pilihan sama seperti laki-laki agar mencapai kesamaan, dan saya menghormati perempuan yang memilih peran tradisional dalam menjalankan kehidupan mereka.

    Tetapi hal itu haruslah merupakan pilihan mereka sendiri.

    Akhirnya, saya ingin membahas pembangunan ekonomi dan kesempatan. Saya tahu untuk banyak kalangan, wajah globalisasi bertentangan.

    Internet dan televisi bisa mengantarkan pengetahuan dan informasi, tetapi juga seksualitas yang bersifat ofensif dan kekerasan tak berperikemanusiaan.

    Perdagangan bisa menciptakan kekayaan dan peluang baru, tetapi juga gangguan dan perubahan di masyarakat. Di semua negara – termasuk negara saya – perubahan ini bisa menyebabkan ketakutan.

    Ketakutan karena akibat modernitas kita kehilangan kendali atas pilihan ekonomi kita, politik kita dan yang terpenting, identitas kita – hal-hal yang paling kita hargai dari masyarakat kita, keluarga kita, tradisi kita dan keyakinan kita.

    Tetapi saya juga tahu kemajuan manusia tidak bisa ditampik. Tidak perlu ada kontradiksi antara pembangunan dan tradisi. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan membina ekonomi mereka sambil tetap mempertahankan budaya mereka. Hal yang sama juga berlaku pada kemajuan mengagumkan dalam Islam mulai dari Kuala Lumpur sampai ke Dubai.

    Di masa kuno dan di masa kita, masyarakat Muslim membuktikan bahwa mereka mampu berada di garis depan inovasi dan pendidikan. Ini penting karena tak ada strategi pembangunan yang semata-mata didasarkan pada apa yang dihasilkan tanah, dan strategi pembangunan juga
    tidak bisa dipertahankan kalau generasi mudanya tidak memiliki pekerjaan.

    Banyak Negara Teluk menikmati kekayaan sebagai akibat penghasilan minyaknya, dan beberapa sudah mulai memusatkan perhatian pada pembangunan yang lebih luas. Tetapi kita semua harus menyadari bahwa pendidikan dan inovasi akan menjadi faktor penentu dari abad ke 21.
    (tepuk tangan) dan di banyak masyarakat Muslim masih kekurangan
    investasi dalam bidang-bidang ini.

    Saya tekankan hal itu di negara saya. Dan sementara Amerika di masa lalu memusatkan perhatian pada minyak dan gas alam di bagian dunia ini, kami kini menghendaki hubungan yang
    lebih luas. Dalam pendidikan, kami akan memperluas program pertukaran dan memperbanyak bea siswa, seperti yang mengantar ayah saya ke Amerika, sementara juga mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim.

    Dan kami akan menempatkan siswa-siswa Muslim yang menjanjikan di tempat-tempat magang di Amerika; melakukan investasi dalam pembelajaran online untuk guru-guru dan anak-anak di
    seluruh dunia; dan menciptakan jaringan online baru, sehingga seorang remaja di Kansas mampu berkomunikasi langsung dengan remaja di Kairo.

    Dalam rangka pembangunan ekonomi, kami akan menciptakan sebuah korps relawan bisnis baru untuk bermitra dengan counterpartnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan saya akan menyelenggarakan KTT Kewiraswastaan tahun ini untuk mengidentifikasi bagaimana kita bisa mempererat hubungan antara pemimpin bisnis, yayasan dan wiraswasta sosial di Amerika dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.

    Dalam bidang sains dan teknologi, kami akan meluncurkan sebuah dana baru untuk mendukung pembangunan teknologi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan membantu mentransfer ide-ide ke pasar-pasar sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Kami akan membuka
    pusat keunggulan sains di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara serta mengangkat Utusan Sains baru untuk bekerja sama dalam program-program yang mengembangkan sumber energi baru, menciptakan lapangan pekerjaan hijau, digitalisasi catatan, air bersih dan menumbuhkan tanaman panen baru.

    Dan hari ini saya mengumumkan sebuah usaha global baru bersama Organisasi Konferensi Islam guna memberantas polio. Dan kita juga akan memperluas kemitraan dengan masyarakat Muslim guna menggalakkan kesehatan anak dan ibu.

    Semua ini harus dilakukan lewat kemitraan. Rakyat Amerika siap bergabung dengan warganegara dan pemerintahan; organisasi kemasyarakatan, pemimpin agama dan bisnis di masyarakat Muslim diseluruh dunia guna membantu rakyat kita memperjuangkan kehidupan
    yang lebih baik.

    Isu-isu yang telah saya uraikan tidak mudah ditanggapi. Tetapi kita punya tanggung jawab untuk bergabung demi memperjuangkan dunia yang kita cita-citakan – sebuah dunia di mana ekstremis tidak lagi mengancam rakyat kita, dan pasukan Amerika bisa pulang; sebuah dunia di mana rakyat
    Israel dan Palestina masing-masing memiliki negara mereka sendiri yang aman, dan energi nuklir dipergunakan untuk tujuan damai; sebuah dunia di mana pemerintahan melayani warganegaranya serta hak-hak dari semua umat Allah dihormati. Ini merupakan kepentingan bersama. Itulah dunia
    yang kita cita-citakan, tetapi hal itu hanya kita bisa capai bersama.

    Saya tahu ada banyak - Muslim dan non-Muslim - yang mempertanyakan apakah kita bisa membina permulaan baru ini. Beberapa ingin menghasut api perpecahan, dan menghalangi kemajuan. Beberapa mengatakan hal ini tidak ada gunanya – bahwa kita sudah ditakdirkan untuk
    berseteru dan berbagai peradaban ditakdirkan beradu.

    Banyak lagi yang sekedar skeptis bahwa perubahan nyata bisa terselenggara. Begitu banyak
    ketakutan, begitu banyak ketidak percayaan. Tetapi kalau kita memilih untuk terperangkap dalam masa lalu maka kita tidak pernah akan melangkah maju. Dan saya secara khusus ingin mengatakan kepada generasi muda dari setiap kepercayaan, di setiap negara – anda, lebih dari orang lain, memiliki kemampuan untuk menata kembali dunia, menyusun kembali dunia.

    Kita semua menghuni dunia ini untuk waktu yang singkat.

    Pertanyaannya adalah apakah kita melewatkan waktu itu terpusat pada halhal yang memecah belah kita, atau apakah kita mendedikasikan diri pada usaha – usaha berkesinambungan – untuk mencapai kesamaan, memusatkan perhatian pada masa depan bagi anak-anak kita dan menghargai harga diri semua insan manusia.

    Hal-hal ini tidaklah mudah. Lebih mudah memulai perang ketimbang menghentikannya. Lebih mudah menuduh pihak lain ketimbang melakukan introspeksi diri; untuk melihat apa yang berbeda pada diri seseorang ketimbang menemukan kesamaan kita. Tetapi ada pula sebuah aturan yang
    merupakan inti setiap agama – bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kebenaran ini berlaku lintas negara dan lintas rakyat – sebuah keyakinan yang tidak baru, yang tidak hitam atau putih atau coklat; bukan kebenaran Kristen, atau Muslim atau Yahudi. Ini merupakan keyakinan yang berdetak dalam dari buaian keberadaban, dan masih tetap berdetak dalam jantung miliaran manusia. Ini merupakan rasa percaya pada orang lain, dan hal itulah yang membawa saya kesini hari ini.

    Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia yang kita citacitakan, tetapi hanya apabila kita punya keberanian untuk memasuki awal yang baru, sambil ingat pada apa yang tertulis.
    ALKitab Suci Al Quran mengatakan kepada kita, “Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah ciptakan kamu sekalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersukusuku agar kamu saling kenal mengenal…”

    Talmud mengatakan kepada kita: “Seluruh Torah adalah untuk maksud menggalakkan perdamaian.”

    Kitab Suci Injil mengatakan pada kita, “Diberkatilah pencipta perdamaian, karena mereka akan disebut putra-putra Allah.” (tepuk tangan)

    Rakyat seluruh dunia bisa hidup bersama dalam damai. Kita tahu itu merupakan visi Allah. Kini, itu menjadi kewajiban kita di Dunia.

    Terima kasih. Dan semoga damai Allah bersama anda. Terima kasih banyak. Terima kasih (tepuk tangan)

    Pukul 2:05 siang (waktu setempat)

  • Misteri Dibalik Musibah Pesawat Air France 774, Inikah Teror Gaya Baru ?

    Dimuat di http://katakaminews.wordpress.com , http://www.blogskatakami.vox.com dan di http://www.katakamix.blogspot.com

    Jakarta 3/6/2008 (KATAKAMI) Dua hari mengikuti perkembangan tentang musibah jatuhnya pesawat JET AIR FRANCE di samudera Atlantik, membuat perasaan kita menjadi ikut tersentuh dan larut dalam kedukaan itu.

    Musibah ini mengingatkan pada "nasib" sektor perhubungan Indonesia yang relatif lebih buruk dan apes karena kecelakaan pesawat udara termasuk sering terjadi.

    Yang kira-kira sewarna, senasib dan sepenanggungan dengan musibah di samudera Atlantik itu adalah pesawat Adam Air KI 574 jurusan Surabaya - Manado yang "nyungsep" terjun bebas di laut Majene Sulawesi Tengah pada tanggal 1 Januari 2007.

    Adam Air yang bernasib naas itu, sebenarnya bertolak dari Jakarta tetapi transit di Surabaya. Sebelum tiba di Manado, Adam Air hilang dalam penerbangan. Black box atau kotak hitam berhasil diketemukan 7 bulan kemudian yaitu tanggal 28 Agustus 2007.

    Dan akhirnya, musibah yang menekan korban jiwa 96 orang ini, diumumkan penyebab kecelakaannya oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi.

    Patut dapat diduga, hasil temuan KNKT ini sangat tidak manusiawi dan tidak bijaksana sebab dengan enaknya saja menyalahkan kapten pilot Refri A Widodo. Dalam dokumentasi resmi, disebutkan bahwa nama Yoga bertindak sebagai Co-Pilot padahal teknisnya Yoga bukan seorang Co-Pilot. Dan publik di tanah air sempat dikejutkan saat beredarnya rekaman pembicaraan terakhir di kokpit pesawat itu.

    Awalnya, pemerintah -- khususnya KNKT -- sempat membantah dan "sok tahu" bahwa seolah-olah ada pihak tertentu yang mencoba mendeskreditkan. Tetapi gencarnya media massa memberitakan dan mendorong perlunya menyikapi permasalahan ini dengan serius, akhirnya KNKT mengakui bahwa rekaman itu adalah rekaman asli.

    Dari rekaman itu bisa didengarkan bahwa TIDAK BENAR kapten pilot Refri A. Widodo gagal mengatasi situasi. Intonasi suara yang terdengar dari pilot senior ini tetap konsentrasi menguasai kokpit dan yang "gelagapan" justru si Co-Pilot gadungan. Bahkan dalam rekaman itu bisa diketahui, bagaimana heroiknya sang kapten pilot menyeimbangkan kemampuan terbaiknya sebagai seorang penerbang untuk memadukan antara kemampuan teknis dengan keberserahan kepada Sang Khalik.

    Diantara kata-kata Mayday Mayday (seruan SOS untuk meminta pertolongan), kapten pilot Refri A. Widodo terdengar begitu pasrah berserah dengan mengucapkan "Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar".

    Detik terakhir -- sebelum nyemplung ke dasar lautan -- ungkapan sangat mengharukan yang mengatakan "Allahu Akbar" dari kapten pilot Refri A. Widodo masih tetap terdengar. Hingga akhirnya, dalam rekaman itu terdengar BLEP.

    Lantas, sunyi senyap !

    Lalu, jika kita membayangkan musibah di samudera Atlantik dua hari lalu, Pesawat Airbus 330-200 Air France dengan nomor penerbangan (FLIGHT 447) jatuh dan menewaskan seluruh awak pesawat dan penumpangnya yang berjumlah 228 orang.

    Bertolak dari Rio De Janeiro hendak menuju Paris, pesawat kehilangan kontak dengan menara kontrol. Data mencatat, pesawat naas ini take-off atau lepas landas pada pukul 19.00 waktu setempat. Dan diperkirakan pada jam dimana mereka hilang, sedang diatas samudera atlantik.

    Beberapa jam kemudian, Angkatan Bersenjata Brazil berhasil menemukan kepingan logam dan sebuah kursi pesawat di titik 650 km sebelah utara dari Pulau Fernando de Noronha diatas Samudera Atlantik.

    Brazil memang terlihat sangat "terpukul" atas musibah tetapi begitu sigap dan sangat membanggakan dari sisi kepekaan situasi yang memprihatinkan itu. Angkatan Bersenjata mereka (gabungan Angkatan Udara dan Angkatan Laut) bahu membahu dengan kekuatan penuh untuk mencari.

    Walau diyakini bahwa "sangat amat kecil kemungkinan" ada penumpang yang bisa selamat, tetapi Pemerintah Brazil sangat cepat bertindak dan turun ke lokasi dalam hitungan yang tidak harus menunggu hari-hari berikutnya.

    (Bandingkan dengan PEMERINTAH INDONESIA saat Kapal Motor tenggelam di Laut Majene pada Sabtu malam, secara resmi atau OFFICIAL pengerahan bantuan TIM SAR dan TNI AU baru diperintahkan turun ke lokasi setelah 4 hari kemudian. Memalukan sekali karena tidak ada rasa iba dan tanggung-jawab atas nasib rakyatnya yang megap-megap di laut lepas, persis di lokasi tempat jatuhnya pesawat ADAM AIR).

    Dan kembali pada musibah jatuhnya Pesawat AIR FRANCE di Samudera Atlantik, ini sebuah tragedi yang pasti sangat memukul perasaan Presiden Nicolas Sarkozy dan seluruh rakyat Perancis. Hanya beberapa hari sebelum peringatan 65 Tahun penyerangan D-Day untuk mengenang pendaratan Normandy.

    Presiden AS Barack Hussein Obama dijadwalkan akan ikut menghadiri peringatan yang sangat TERHORMAT itu.

    Ada sebagian kecil pihak di Indonesia yang ujug-ujug alias tiba-tiba menjadi lancang mulutnya dengan mengatakan bahwa ini seakan pelajaran untuk pihak "Eropa" yang mencekal Maskapai Penerbangan GARUDA INDONESIA yang dicap sangat amat buruk tingkat keselamatannya (akibat seringnya terjadi musibah kecelakaan).

    Sebaiknya, kita semua tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan, tidak menjadi manusia-manusia yang berdarah dingin. Ada musibah yang sangat memilukan, sangat tidak masuk diakal kalau kita justru mengejek dengan gaya culas "Rasain Lu !".

    Jangan, kita jangan menjadi manusia yang tidak berakal, tidak berbudi dan tidak berperasaan.

    Pertanyaannya sekarang adalah MISTERI apa yang ada dibalik musibah jatuhnya pesawat JET AIR FRANCE di atas Samudera Atlantik ?

    Benarkah hanya semata-mata karena terkena sambaran petir maka pesawat Air France itu terjun bebas menukik tanpa malu-malu ke dasar Samudera Atlantik ?

    Oke, jika musibah itu diperkirakan akibat SAMBARAN PETIR, maka yang harus dipertanyakan kemudian adalah ... siapa saksi mata yang mendokumentasikan proses SAMBARAN PETIR itu terhadap pesawat AIR FRANCE ?

    Oleh karena posisinya sedang mengudara di langit lepas sangat tinggi, dapat dipastikan tidak akan ada SAKSI MATA.

    Nah, kalau tidak ada saksi mata, apakah ada Armada Perang Negara Tertentu, Menara Mercu Suar atau Kecanggihan Teknologi apapun yang pada saat itu secara "TIDAK SENGAJA" merekam data sinyal yang masuk. Bahkan kalau bisa, bukti audio lainnya yang bisa menjadi ENTRY POIN untuk menelusuri musibah ini.

    Sampai dengan saat ini, semua kesulitan memberikan penjelasan kepada KELUARGA KORBAN dan publik -- lewat kalangan media massa yang memonitor langsung penanganan musibah ini --.

    Sejak pesawat landas, disebutkan semua dalam keadaan baik dan layak terbang. Pilot juga disebutkan pilot penerbang yang sangat berpengalaman. Dari kontak terakhir, tidak terdengar atau tidak diterima permintaan SOS yang menandakan adanya situasi darurat didalam pesawat.

    Ada apa sebenarnya ?

    Penghargaan yang setulus-tulusnya harus disampaikan kepada Pemerintah Brazil dan Pemerintah Perancis. Luar biasa, mereka begitu terbuka dan secara profesional sangat cekatan menampung seluruh keluarga korban. Sebagian besar, diberi pengingapan yang sangat layak di sekitar Bandara Charles De Gaulle. Sambil semua APARAT turun tangan mencari korban dan mengatasi situasi, Pemerintah Perancis bahkan sudah mengajak keluarga korban untuk melakukan hening cipta dan menggelar upacara keagamaan. Presiden Sarkozy ikut hadir dalam upacara keagamaan itu.

    Ini sangat menyentuh hati.

    Dengan segala hormat yang bisa disampaikan kepada kedua PEMERINTAHAN yang terkait dalam musibah ini yaitu Pemerintah Brazil dan Pemerintah Perancis, ada sebuah masukan yang baik untuk dipertimbangkan.

    Musibah yang sangat "tak terduga dan mengejutkan ini" benar-benar sangat berguna untuk menjadi pembelajaran bagi semua negara yang memiliki Maskapai Penerbangan. Sehingga, tanpa bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri dari kedua PEMERINTAHAN itu maka ada baiknya mereka membuka diri untuk masuknya tim atau utusan dari negara lain yang dianggap kapabel untuk memecahkan misteri ini.

    Tidak ada tanda-tanda kerusakan. Tidak ada tanda-tanda terjadinya cuaca buruk. Tidak ada referensi yang lemah atau buruk dari kapten pilot. Tapi mengapa, pesawat itu bisa secara tiba-tiba "nyungsep" terjun bebas seperti burung yang terbang diudara tetapi tiba-tiba terkena tembakan.

    Burung saja, kalau misalnya ia sedang terbang tinggi di udara dan sekonyong-konyong ditembak secara misterius. Dari proses penembakan (yang sudah pasti akan berbunyi tarikan pelatuk senapannya), bunyi lain yang dimungkinkan terdengar adalah saat si burung tercampak tubuhnya ke atas tanah.

    Selain faktor cuaca dan human error, bukalah semua celah untuk mengantisipasi apakah ada kemungkinan unsur terorisme dalam skup "kecil" -- artinya tidak separah serangan 11 September 2001 -- tetapi mampu membuat sebuah manuver kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang didalam pesawatnya.

    Teroris itu tidak bodoh !

    Setelah hampir 8 tahun (pasca serangan 11 September 2001), tidak ada negara-negara di dunia ini yang akan meloloskan benda-benda tajam, sendok dan garpu dari bahan logam, cairan-cairan atau hal-hal sepele yang bisa masuk seenaknya ke dalam pesawat. Semua disterilkan untuk mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan yang tidak beradab tahun 2001. Sehingga, yang perlu disadari disini adalah seribu satu macam modus operandi dan beraneka ragam alat teknologi bisa dimodifikasi kalangan teroris untuk melakukan "silent operation".

    Kalau ditanyakan, apa gunanya menjadikan sebuah pesawat terbang Maskapai Perancis sebagai target sasaran ? Atau, ada kepentingan apa dengan Brazil sehingga musibah ini terjadi pada pesawat yang lepas landas dari wilayah yang otoritasnya dibawah Pemerintahan Brazil ?

    Patut dapat diduga, bisa saja ini bukan ditujukan kepada Brazil Perancis atau AS misalnya (sebab dari daftat penumpang, warga negara AS hanya 2 orang).

    Tetapi, yang namanya teroris, patut dapat diduga memang memilki tabiat yang SOK MILITERISTIS atau "memiliterkan" kelompok mereka yaitu sebelum dilakukan serangan yang sesungguhnya maka mereka memerlukan uji coba atau test case.

    Dari analisa yang dikembangkan dengan melebarkan "sayap-sayap pikiran" dalam mencari alternatif hipotesa, maka latar belakangnya bisa bermacam-macam.

    Misalnya, bisa saja ada kelompok teroris paling terkenal lagi punya "mainan baru" yang dibeli di pasar gelap internasional yaitu mainan baru teknologi yang mampu mengacak dan merusak sistem navigasi secara tiba-tiba dari jarak dekat. Dan patut dapat diduga, mereka sudah memperhitungkan dan mengetahui bahwa reaksi dari dan pengacakan dan pengrusakan sistem navigasi (radar) itu dalam hitungan detik akan memicu munculnya percikan api di kokpit pesawat.

    Lalu, dalam hitungan sepersekian detik, percikan api itu ampuh membakar secara cepat luar biasa seluruh sistem dalam pesawat. Pada proses inilah, patut dapat diduga bisa menimbulkan guncangan yang sangat hebat. Seolah-olah terkena sambaran petir. Padahal kilatan cahaya yang menerpa seluruh tubuh pesawat justru karena terbakarnya secara cepat sistem yang ada.

    Jangan pernah meragukan tingkat radikalisme kelompok teroris manapun.

    Mereka pasti sudah tahu, mustahil membawa senjata, bom atau bahan peledak apapun lagi ke Bandar Udara. Apalagi ke dalam pesawat ! Lalu, apa temuan terbaru dan kreativitas yang bisa membuat teroris bisa tetap "EKSIS" ?

    Dulu saja, sulit dideteksi serangan-serangan dari kalangan teroris ini.

    Apalagi sekarang, setelah 8 tahun kejadian serangan 11 September ! Apalagi sekarang, teroris akan mencari cara-cara paling canggih untuk menggiring aksi terorisme itu ke tingkat keberhasilan yang gemilang yaitu tidak bakal ketahuan.

    Oleh sebab itu, bukalah mata dan telinga.

    Dengarkan, amati dan analisa semua hal yang akan mengarahkan langkah-langkah investigasi kepada titik terang yang diharapkan. Pemerintah Brazil dan Pemerintah Perancis, tidak perlu ragu atau sungkan membeberkan kepada DUNIA jika seandainya memang terdeteksi ada indikasi serangan terorisme.

    Terorisme, bukan lagi didominasi dengan serangan-serangan bom. Gaya-gaya lama pasti sudah mereka tinggalkan. Nah, yang harus diantisipasi adalah gaya-gaya baru kalangan terorisme ini dalam melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM Berat.

    Tidak tertutup kemungkinan bahwa patut dapat diduga kelompok tetroris AL QAEDA terkait dibelakang kecelakaan pesawat Air France ini.

    Melihat cara-cara Al Qaeda melakukan serangan teroris diseluruh dunia selama 8-10 tahun terakhir ini, mereka bisa lakukan tindakan tak terduga yang sadis luar biasa.

    Seraya mengirimkan "doa" untuk kebahagiaan seluruh arwah yang menjadi korban dalam musibah ini, semua pihak diharapkan lebih waspada dan tidak lengah terhadap ancaman terorisme.

    Sebab, otak dari para teroris sepertinya patut dapat diduga memang mengalami guncangan atau keretakan sehingga untuk membunuh orang lain ... rasanya kok semudah membalikkan telapak tangan.

    Jadi, waspadalah, waspadalah, waspadalah !!!

    Dan jangan pernah ragu untuk tetap menjalin kerjasama dalam memerangi semua tindakan yang membahayakan kehidupan dan semua sisi kemanusiaan.

    Hand in hand together !

    (MS)

  • Dari Cairo Barack Hussein Obama Akan Suarakan Keseriusan AS "Berjalan Beriringan" Dengan Dunia Islam

    1 a flags_135

    Barack Hussein Obama

    DIMUAT JUGA DI (Klik URL ) :

    http://www.katakaminews.wordpress.com dan http://www.katakamix.blogspot.com

    Jakarta 3/6/2009 (KATAKAMI) Seperti yang diungkapkan oleh kalimat bijak yang cukup terkenal, "Semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin kuat angin yang akan menerpa pucuk dedaunannya untuk menghempaskan sang pucuk ke kiri dan ke kanan".

    Seperti itulah, ilustrasi yang bisa digambarkan seputar Presiden ke-44 AS Barack Hussein Obama.

    Apa saja yang diucapkan dan dilakukannya, selalu cepat "disambar" untuk segera dikomentari. Iya kalau yang mengomentari itu memang sepaham dan selaras dengan misi baik yang sedang dan hendak terus dilakukan Presiden Barack Hussein Obama. Komentar itu pasti sejuk dan landai-landai saja.

    Lain halnya, kalau yang mengomentari itu memiliki latar belakang kejiwaan yang khusus. Misalnya, sudah dari "sononya" antipati dan dendam kepada AS. Atau, yang merasa terluka harga diri kepartaiannya, dalam menyikapi kemenangan gemilang putera pasangan Hussein Obama & Ann Dunham ini. Tak cuma komentar, pasti akan selalu ada euforia untuk menunjukkan eksistensi diri atau partai -- baik itu di domestik atau non domestik AS -- bahwa mereka tak akan pernah gentar untuk menghadapi "Obama".

    Padahal kalau mau jujur, saat ini Obama sudah bukan lagi menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besarnya. Obama, adalah pucuk pimpinan -- sekaligus Panglima Tertinggi -- di AS. Sebagai pemimpin, ia wajib memberikan dan mengeluarkan keputusan, pemikiran, pernyataan dan segala sesuatu yang muaranya membawa AS (bahkan dunia secara keseluruhan) ke arah yang lebih baik.

    Untuk itulah, maka Presiden Barack Hussein Obama dipilih secara mayoritas dan menang dengan sangat mengagumkan pada pertarungan panggung politik AS bulan November 2008 lalu.

    Jika setelah kemenangan itu, ternyata situasi dan kondisi di AS -- termasuk juga di tataran dunia internasional yang secara langsung dan tak langsung berkaitan atau membutuhan dukungan kuat AS -- hanya datar-datar saja atau jalan ditempat dan akhirnya mundur teratur menyeret kehidupan menjadi lebih tidak baik, alangkah sedihnya rakyat AS dan warga dunia karena figur yang diyakini akan membawa perubahan yang lebih baik itu ternyata cuma "OMDO" atau omong doang. Alias, NATO atau No Action Talk Only.

    Dilantik dalam upacara inagurasi yang begitu gegap gempita dan sangat spektakuler pada awal tahun 2009 lalu, kini persis memasuki pertengahan tahun 2009 Presiden Barack Hussein Obama melakukan kunjungan kenegaraan Ke TImur Tengah, Jerman & Perancis.

    Dalam lawanan 5 harinya, Presiden Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Raja Arab Saudi, King Abdullah pada hari Rabu (3/6/2009) waktu setempat. Kemudian hari Kamis (4/5/2009) akan berpidato kepada dunia muslim di Universitas Kairo.

    Selanjutnya dari Cairo, Presiden Obama bertolak menuju Jerman untuk berkunjung ke KAMP Konsentrasi Buchenwald. Dan terakhir, lawatannya akan diakhiri di Perancis untuk menghadiri Peringatan Ulang Tahun ke-65 D-Day guna mengenang penyerbuan Normandia perang dunia kedua.

    Sebagai pemimpin baru yang kini menjadi ikon sangat membanggakan dari negara adidaya, kunjungan Sang Presiden ini hendaknya tidak diartikan sebagai niat buruk AS untuk menjadi "polisi dunia" yang mau mencari-cari kesalahan, kelemahan dan kekurangan negara-negara yang didatanginya.

    Coba diperhatikan dari awal Presiden Obama melakukan kunjungan kenegaraan atau mengeluarkan pernyataan resmi yang sifatnya mendunia. Tak ada yang provokatif atau diskriminatif.

    Jika secara seksama didengar, ditatap dan diamati langkah tegap Presiden Obama mensosialisasikan betapa kuatnya komitmen dan kebersediaan AS untuk memulihkan kerjasama arau hubungan diplomatik yang "kurang nyaman" selama 2 dekade rezim Bush yang patut dapat diduga sarat dengan arogansi yang menjungkir-balikkan tatanan dan perdamaian dunia -- Presiden Obama siap untuk membawa AS ke dalan kerangka dialog dan keseriusan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

    Ke dalam dan keluar AS, segala kebijakan atau keputusan Presiden Obama selama hampir setengah tahun pertama pemerintahannya ini, mulai menunjukkan watak asli Sang Presiden ini. Obama, pribadi yang keras, tegas, cerdas dan tak pernah mau setengah-setengah untuk mewujudkan atau melaksanakan kewajiban serta tugas-tugasnya sebagai seorang kepala negara yang pada hakekatnya mesti menyelaraskan segala sesuatunya dengan nilai-nilai hukum, HAM dan Kemanusiaan.

    Mulai hari Selasa (2/6/2009) waktu di AS, Presiden Obama akan bertolak untuk memulai lawatannya ke sejumlah negara !

    Pesawat AIR FORCE ONE mengantarkan terlebih dahulu rombongan kepresidenan ini ke Ryadh dan selanjutnya ke Mesir. Dan yang cukup kontroversial "ditanggapi" adalah rencana pidato Presiden Obama di CAIRO UNIVERSITY. Presiden Obama akan menegaskan kembali komitmen kuat AS untuk "berjalan beriringan", menatap ke depan dalam suasana yang penuh perdamaian dan menjalin kerjasama yang konstruktif dengan Negara-Negara (Dunia) Islam.

    Kalau sekarang dipertanyakan seputar kontroversi yang diciptakan atau direkayasakan oleh pihak tertentu yang "tak senang" terhadap misi baik yang sedang terus dijalankan Presiden Obama, "Apa yang salah dari Presiden Obama jika ia merasa perlu untuk kembali menegaskan bahwa AS tidak sedang berpura-pura atau bersandiwara dalam menyongsong dan melaksanakan keinginan baik dalam merangkul dan berjalan beriringan dengan Negara-Negara (Dunia) Islam ?

    Jika pertanyaan itu ditujukan sepada seluruh kepala pemerintahan, kepala negara atau sebutlah Raja-Raja di Timur Tengah, serta ditujukan juga kepada Dunia Muslim secara keseluruhan dan pihak-pihak radikalisme berbasis Islam yang sangat militan, "Apakah salah atau adakah yang salah, jika Pemimpin baru di AS menawarkan dan menunjukkan kesungguhan tentang perlunya berjalan beriringan dan menjalin kerjasama yang kuat saling menguntungkan dengan Negara-Negara (Dunia) Islam ?"

    Dari sudut pandang mana, atau mengenakan kacamata model apa, jika ada pihak tertentu yang sinis dan cenderung asal bunyi seenak jidatnya saja, dengan mengatakan bahwa kunjungan Presiden Obama ke Timur Tengah kali ini harus diartikan bahwa AS ingin terus menunjukkan kediktatorannya.

    Ayman As-Zawahri, anggota kelompok radikal Al Qaeda -- yang mengklaim dirinya sebagai petinggi nomor 2 dalam organisasi yang dikuasai Osama Bin Laden ini -- pagi-pagi buta sudah "berteriak-teriak" bahwa kunjungan atau pidato yang akan disampaikan Presiden Obama adalah sesuatu yang "bloody" atau berdarah-darah.

    Maka sebaiknya, disarankan agar siapapun didalam struktur organisasi Al Qaeda -- bahkan secara khusus disampaikan kepada Osama Bin Laden dan Ayman As-Zawahri -- bahwa didalam Islam, niat baik seseorang tidak boleh dinistakan.

    "Janganlah berburuk sangka atau SUUDZON, tetapi berbaik-sangkalah atau KHUSNUZON kepada pihak yang memang menawarkan kebaikan".

    Bagaimana ajaran agama mau dilaksanakan secara baik dan benar, jika prinsip yang sangat mendasar tentang Suudzon dan Khusnuzon seperti tak bisa diimplementasikan ?

    Jika seorang Barack Hussein Obama ingin mengguncangkan dan memporak-porandakan peradaban dunia dan nilai-nilai kemanusiaan yang paling hakiki, maka ia TIDAK PERLU repot-repot buang waktu "mendekati" pihak lain.

    Dari balik meja kerjanya di WHITE HOUSE, sebagai Panglima Tertinggi Kemiliteran di AS maka Presiden Obama bisa sewaktu-waktu melakukan "COMANNDER'S CALL".

    Ia cukup memanggil para panglima atau komandan lapangan dari ketiga matra yaitu Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat agar "makin dihajar saja dan jangan diperdulikan" semua tetek bengek yang berkaitan dengan nilai-nilai hukum, HAM & kemananusiaan" di berbagai medan pertempuran.

    Untuk menjadi seorang Panglima Tertinggi, Obama tak perlu menyetel mimik wajah atau bahasa tubuhnya agar menjadi komandan yang paling komandan dengan perangai yang sadis.

    Sebab, Obama memang bukan pribadi yang seperti itu !

    Lalu jika pertanyaannya dibalik, apakah sesuai dengan nilai ajaran agama jika ada "pemimpin" yang bisanya cuma bersembunyi di lembah-lembah, perbukitan, lalu menempuh segala penyamaran untuk mengabadikan skenario kehidupan yang sangat munafik, liar dan tak bertanggung-jawab, padahal ia sudah "MENGINVASI" selama beberapa jam dan membunuh ribuan orang tak bersalah dalam semua serangan yang benar-benar BERDARAH & BIADAB pada tanggal 11 September 2001 ?

    Apakah itu bukan invasi namanya ?

    Apakah itu sebuah perbuatan terpuji sebagai wujud dari perjuangan JIHAD yang sesungguhnya ?

    Apakah itu bukan DIKTATOR namanya, yaitu diktator yang sadis dan biadab, jika dari balik tenda-tenda persembunyian "di suatu tempat: main perintah saja agar para pengikuti-pengikutnya menjadi motor kehancuran di berbagai negara dan di berbagai sektor ?

    Apakah pantas ada orang yang merasa menjadi "PEMIMPIN DUNIA" yang menggambarkan dirinya seolah-olah menjadi seorang KHALIFAH yang luhur dan mulia, jika setelah berbuat salah yang melanggar hukum yaitu menewaskan secara sadis ribuan orang yang tidak bersalah, lalu bersembunyi agar tak perlu menjalani proses hukum ?

    Apakah KESATRIA namanya, jika selama bertahun-tahun cuma berani "NGEMBER" saja lewat tayangan video yang mendunia, tetapi wujud manusianya bersembunyi ala raja-raja minyak di padang gurun sehingga tinggal tekan knop maka berbagai serangan brutal terorisme dalam berbagai bentuk modus operandi terjadi dimana-mana ?

    Apakah itu bukan watak asli pemberontak yang mengangkangi dan mengencingi nilai-nilai peradaban dunia, terutama nilai-nilai hukum, HAM & Kemanusiaan ?

    Apakah itu bukan tangan yang berdarah-darah "BLOODY" bila dengan sangat mudahnya melakukan serangan brutal yang tak cuma melanggar, tetapi juga sudah sangat menghancurkan prinsip kepatutan dan kewajaran ?

    Hey, SHUT UP, tutup mulut ANDA, bagi siapapun yang merasa bahwa dirinyalah yang terindikasi sebagai oknum-oknum yang baru saja dijabarkan disini !

    Pertanggung-jawabkanlah terlebih dahulu brutalisme, kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat anda di muka hukum.

    Baru setelah itu, anda layak mengkritik orang lain !

    Janganlah petantang petenteng, SOK JAGO, dan terus menerus merasa bisa dengan mudah melihat semut di seberang lautan tetapi SERIGALA yang didepan matanya sendiri justru tidak kelihatan.

    Singkat kata, kunjungan dan bahkan pidato yang akan disampaikan Presiden Obama kepada Dunia Muslim harus dihargai dan didukung.

    Bila ke depan nanti, ternyata Presiden Obama mengingkari janji itu maka semua pihak bisa menagihnya.

    Obama datang untuk merangkul dan mengajak Negara-Negara (Dunia) Islam untuk berjalan beriringan dan bekerjasama dengan saling menguntungkan atas nama persahabatan. Membuka sebuah lembaran baru yang jauh diharapkan dan diusahakan benar-benar mengubah apapun yang kurang pantas dalam menjalin relasi.

    Bersuaralah Presiden Obama, dan tetaplah melangkah dengan gagah penuh wibawa untuk memberitahukan kepada "Dunia Muslim" dan "Dunia Secara Keseluruhan" tentang kesungguhan AS melaksanakan dan mewujudkan semua harapan serta kerjasama yang saling menguntungkan.

    Change ?

    Yes You Can, Yes We Can ... !

    (MS)

  • Praha "Ranjang" Pangeran Kerajaan Kelantan Berbuah Pulangnya Princess Mano Ke Tanah A

    Praha "Ranjang" Pangeran Kerajaan Kelantan Berbuah Pulangnya Princess Mano Ke Tanah Air

    TULISAN UTAMA DI http://www.katakami.com

    Dimuat juga di www.KATAKAMIX.BLOGSPOT.COM & www.KATAKAMINEWS.WORDPRESS.COM

    Jakarta 1/6/2009 (KATAKAMI) Si Puteri Cantik Manohara Odilia Pinot kembali mendapat topik hangat pembicaraan di berbagai media massa. Kalau sebelumnya ia terus menerus diberitakan seputar sisi-sisi gelap rumah tangga yang dibangunnya bersama Pangeran dari Kerajaan Kelantan Malaysia (Tengku Fakhry), kini pemberitaan bergeser tentang pulangnya Princess Mano ke tanah air.

    Tentu Indonesia menyambut baik kepulangan dara cantik yang lahir dari blasteran pasangan Perancis – Indonesia. Sehingga wajar kalau tulisan ini diawali dengan kalimat hangat, “Well, Welcome Home Princess Mano !”.

    Kepulangan yang sangat dramatis dan mengharukan. Tentu perasaan sang bunda yaitu Deasy Fajarina sangat berbahagia sebab buah hati hati kesayangannya telah kembali ke tanah air hari Minggu (31/5/2009) kemarin.

    Melihat tayangan berita infotaiment di televisi tentang peristiwa kepulangan Princess Mano ke tanah air, rasanya sangat menyentuh hati. Tanpa ulasan make-up yang berlebihan atau belepotan ala penari ronggeng, Princess Mano memang benar sangat amat cantik sekali. Ia bagai bidadari yang turun dari langit.

    Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa perempuan secantik “bidadari yang turun dari langit itu”, harus ada tindak kekerasan dalam rumah tangga setiap kali hendak bersetubuh sebagai suami isteri ? Entah bagaimana cara menjabarkan kata demi kata atau kalimat demi kalimat, seandainya tindak kekerasan itu dilaporkan oleh Princess Mano kepada Pihak Kepolisian.

    Ya bayangkan saja, saat nanti Princess Mano dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai SAKSI PELAPOR maka semua aib dan rahasia terdalam dari rumah tangganya yang serba menyiksa akan terbongkar habis-habisan.

    Dan, sungguh kami mohon maaf kepada Pihak Malaysia — terutama kepada Pihak Kerajaan Kelantan — patutkah dapat diduga bahwa untuk bersetubuh saja, harus menggunakan pisau silet ? Apa yang disilet ? Vagina, selangkangan atau apa ? Rasanya kok sadis sekali, jika tindak kekerasan yang harus dialami seorang isteri, sampai sebegitu parahnya ?

    Seks, dalam pandangan kami, adalah sesuatu yang memang dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia untuk menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dan memang dibutuhkan. Tetapi, jenis dan bobot kebutuhan terhadap seks itu sudah sepantasnya dilakukan secara natural, wajar dan manusiawi. Jika pada prakteknya, teknis pelaksanaan seks itu sudah menyimpang, melebihi batas kepatutan dan kewajaran misalnya, maka seks bukan lagi sesuatu yang indah untuk dijalankan, didapatkan dan dinikmati.

    Bahkan perempuan yang mencari makan lewat profesi atau pekerjaan sebagai seorang pekerja seks komersial atau LONTE atau PELACUR, tidak akan ada satupun didunia ini yang mau jika tubuh mereka — apalagi vagina mereka — disilet-silet dulu, baru berhubungan badan.

    Apa ya, kekejaman seperti ini seperti membawa memori kita ke zaman PKI !

    Bangsa Indonesia tidak akan pernah melupakan bagaimana kejamnya sejumlah oknum PKI — yang doyannya juga menyilet wajah atau tubuh –. Yang terbayangkan justru seperti ini, dulu di zaman PKI masih “sok jago” di negara ini, apakah untuk urusan bersetubuh saja maka vagina atau penis dari “partner”nya di ranjang harus disilet-silet ? Barangkali tidak akan segila itu sebab sejarah mencatat yang disilet PKI pada zaman dulu itu hanyalah anak-anak bangsa Indonesia yang tidak pernah mau berkompromi dengan gerakan komunisme.

    Lalu, patut dapat diduga kekejaman seks yang dialami Princess Mano adalah kekejaman yang jauh lebih kejam dari PKI.

    Jika misalnya Princess Mano harus ke dokter sepanjang pernikahannya untuk mengobati luka-luka bekas siletan itu, barangkali sang dokter bisa kena serangan jantung. Tentu saja sang dokter akan terperangah, apakah untuk bisa mencapai titik orgasme maka vagina sang isteri harus disileti ?

    Gila kali !

    Jangankan disilet, kalau lipatan celana dalam yang digunakan kaum perempuan tidak pas pada garis selangkangan maka akan membuat area sensitif itu menjadi nyeri dan buru-buru akan dibetulkan agar tidak menimbulkan sakit yang berkepanjangan.

    Apalagi disilet !

    Ya Tuhan, ini cerita kepedihan yang sudah tidak normal lagi diperbincangkan dimana-mana karena pasti akan membuat malu Kerajaan Kelantan dan Malaysia secara keseluruhan. Aib rumah tangga yang penuh dengan tindak kekerasan dari Sang Pangeran yang menjadi PUTERA MAHKOTA diumbar dan dimuat media massa internasional.

    Tentu ini akan menjadi beban moral yang sangat memukul perasaan Paduka Raja & Ratu di Kerajaan Kelantan Malaysia.

    Dapat dibayangkan dan dirasakan bahwa mereka akan sangat malu menghadapi semua tekanan yang ditimbulkan dari prahara pernikahan Sang Putera Mahkota dengan Princess Mano yang cantik jelita. Terbukti, hanya beberapa jam setelah Princess Mano kembali ke Indonesia, Paduka Raja & Ratu Kerajaan Kelantan dikabarkan langsung jatuh sakit.

    Tidak ada orangtua di muka bumi ini yang menginginkan anaknya hidup menderita dengan menanggung malu, aib atau kegagalan. Termasuk juga, orangtua Tengku Fakhry dan Manohara. Oleh karena prahara pernikahan yang terumbar “keluar” maka masing-masing orangtua menjadi terbeban, terpukul dan ikut menanggung derita.

    Siapa bilang bahwa kesalahan ini wajib dipikul oleh Tengku Fakhry saja ?

    Dalam hal ini, yang harus ikut dipersalahkan adalah Ibunda Manohara & Manohara secara secara pribadi. Mengapa ? Ya, karena sebagai seorang Ibu, harusnya pergaulan sang anakl dimonitor dan dikawal dengan gaya didikan “Tut Wuri Handayani” yaitu mengikuti dari “belakang” kemanapun kaki sang anak melangkah di dalam kehidupan atau pergaulannya. Mengapa membiarkan Manohara menikah di usia yang relatif muda ? Jika patut dapat diduga, pernikahan itu terjadi karena adanya tindak pemerkosaan misalnya, lho … anda sebagai ibu kemana saja ?

    Tidak mungkin, seorang Putera Mahkota dari sebuah Kerajaan, bisa berkeliaran kesana kemari seperti lalat yang butuh seks dan gampang-gampang saja memperkosa gadis di negara lain. Ya, tidak mungkinlah ! Patut dapat diduga memang ada hubungan sebab akibat yaitu rasa saling tertarik yang dirasakan di awal perjumpaan antara Putera Mahkota Kelantan dengan Princess Mano.

    Kalau sekarang mau disebutkan bahwa dulu patut dapat diduga ada tindak pemerkosaan terhadap Mano, maka yang bisa dikatakan terhadap “dara cantik nan jelita” ini adalah … LU PUNYA OTAK ATAU TIDAK SEBAGAI PEREMPUAN ?

    Tentu saja ini harus dipertanyakan kepada Mano, mengapa baru sekarang bacotnya “ngember” kemana-mana bahwa rumah tangga yang dibangunnya melulu berisi penyiksaan dan penderitaan. Jangankan bertahun-tahun, 5 menit saja ada perempuan yang harus disakiti secara fisik (apalagi jika benar harus disilet dulu jika hendak bersetubuh), pasti sudah “buru-buru” kabur dan melapor ke polisi.

    Mano yang cantik jelit, kami mohon maaf karena harus mengatakan ini, bahwa patut dapat diduga Mano juga harus dipersalahkan dan jangan hanya mempersalahkan pihak suami.

    Mano, dalam ajaran agama Islam sudah ditetapkan bahwa rahasia suami tidak pantas dibeberkan sampai ke masalah persetubuhan.

    Segala hal yang dilakukan suami istri dalam proses hubungan intim, terlarang untuk diberitahukan kepada orang lain, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya manusia yang terburuk kedudukannya di hadapan Allah kelak adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan istrinya, dan istrinya melakukan hal itu, kemudian ia (suami/istri atau keduanya) menyebarkan rahasia itu kepada orang lain.

    Itu sebabnya, gunjang-ganjing mengenai urusan “RANJANG DARI KERAJAAN KELANTAN” ini harus dikendalikan dan tidak semakin memperburuk keadaan.

    Kepulangan Mano ke Indonesia bukanlah sebuah akhir dari perjalanan panjang yang selama ini ditempuhnya bersama sang suami. Ia masih terlalu muda dan barangkali perlu untuk terus dibimbing. Statusnya masih resmi dan sah sebagai seorang isteri. Jika memang pernikahan itu hendak diakhiri, maka tempuhlah jalur yang diatur dalam agama dan hukum yang berlaku.

    Mano, tidak bisa dibiarkan untuk terus menerus salah langkah didalam kehidupannya !

    Beritahu ia bahwa statusnya masih tetap sah dan resmi sebagai seorang isteri. Tidak bisa seenaknya saja melanjutkan sekolah dan meneruskan kegiatan di dunia modelling, tetapi mencampakkan begitu saja mahligai rumah tangga yang dibangunnya bersama sang suami selama bertahun-tahun.

    Ia harus didorong, didampingi dan dipastikan untuk tidak “terkorbankan” lagi, sepanjang menyelesaikan urusan rumah tangganya sampai mencapai solusi yang terbaik. Jangan ada pihak manapun yang menjadi provokator agar Mano menjadi corong yang bunyinya sangat sumbang mengenai kedua mertua dan sang suami yang ada di Kerajaan Kelantan.

    Tempuhlah jalur hukum jika memang semua penderitaan fisik dan non fisik itu ingin diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Biarkan hukum yang mengadili dan memutuskan hukuman apa yang sesuai.

    Tetapi jangan mengumbar rahasia ranjang pernikahan sebab mahligai rumah tangga yang dibangun Mano selama ini adalah mahligai yang sah dari sudut pandang agama dan hukum. Ia tidak bisa mengabaikan dua fondasi yang sangat kuat ini saat memutuskan untuk menikah dengan Putera Mahkota Kerajaan Kelantan.

    Media massa di Indonesia juga harus bijaksana. Bad news is a bad news, not a good news. Siapa bilang, berita penyiksaan terhadap Mano adalah komoditi pemberitaan yang sangat amat “bagus” untuk dikorek sedalam-dalamnya segala sesuatu yang berisi tentang PENYIKSAAN SEKS.

    Kita juga punya kewajiban moral untuk menjaga perasaan dan kehormatan dari Sri Paduka & Ratu Kerajaan Kelantan, serta Pemerintah Malaysia yang menjadi negara tetangga dan sahabat terdekat Indonesia. Janganlah gunjang-ganjing urusan “penis dan vagina” dalam rumah tangga Tengku Fakhry danManohara membuat hubungan Indonesia dan Malaysia menjadi terganggu.

    Well, Welcome Home Princess Mano !!!

    Selamat datang dan pulang kembali ke tanah air, Mano yang sangat mempesona. Cinta adalah sesuatu yang bisa muncul atau pergi begitu saja, tanpa kita sadari.

    Cinta adalah membahagiakan orang yang kita cintai dengan cara apapun. Sayang, Mano belum mendapatkan kapal yang “menentramkan hati dan jiwa” pada pelabuhan cinta yang ada dalam diri Mano. Walau demikian, hakekat dari cinta tetaplah harus sama yaitu membahagiakan orang yang kita cintai.

    Cinta Mano, bukan hanya tersangkut kepada sang suami, tetapi sudah menyebar dan dirasakan kehangatannya secara baik oleh Sang Paduka Raja & Ibunda Ratu di Kerajaan Kelantan Malaysia, beserta semua rakyat yang ada disana. Sehingga, Mano berkewajiban membahagiakan mereka — walau Mano sendiri merasa tidak bahagia –. Itulah konsekuensi dan tanggung-jawab yang harus dipikul oleh seorang PRINCESS (Puteri Menantu Kerajaan).

    Kendalikan semua tutur kata dan cerita yang diumbar ke media massa dan pihak manapun. Mano, harus banyak berkonsultasi kepada Ibunda tercinta dan Pihak Penasehat Hukum agar segala sesuatu yang terjadi ke depan bisa lebih selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Mano harus menyelesaikan urusan rumah tangga ini secepatnya dengan cara terbaik dan penuh damai. Jangan korbankan bangsa, negara dan rakyat Indonesia — untuk urusan ranjang pernikahan yang berisi penyiksaan dan penderitaan –.

    Semua kesakitan demi kesakitan yang dialami selama ini, harus menjadi sebuah pembelajaran untuk pendewasaan diri. Jalan masih panjang, Mano.

    Tataplah ke depan dengan senyuman yang memang begitu manis dan sangat mempesona dari seorang Mano. Tak perlu berstatus Pangeran, tetapi pesona dan kecantikan Mano PASTI akan membuka kesempatan yang jauh lebih baik untuk datangnya “kapal cinta yang terbaik” di pelabuhan hati Manohara.

    Tetaplah tersenyum Mano agar kecantikanmu tetap terlihat indah. Dan buktikanlah juga, bahwa kecantikan itu tak cuma di paras wajah. Tetapi, kecantikan yang lebih cantik … juga ada didalam sebentuk hati Mano yaitu memiliki INNER BEAUTY yang lebih mempesona. Lupakanlah semua kepedihan dan luka-luka yang membekas sangat dalam di tubuh, hati, jiwa, pikiran dan semua rasa.

    Iman dan taqwa kepada Sang Khalik akan menuntun ke arah jalan yang menjanjikan kebahagiaan.

    Dan, satu hal yang tak boleh dilupakan atau diabaikan dari semua perjalanan panjang drama “Ranjang Kerajaan Kelantan” ini adalah memberikan hormat yang tinggi, penghargaan dan ucapan TERIMAKASIH kepada semua pihak / INSTANSI mana saja yang sudah bekerja keras dan menjalin kerjasama untuk “mengatasi situasi yang sulit” seputar pembebasan dan pemulangan Manohara..

    Ini pekerjaan yang sangat rapi, membanggakan dan mengharukan, tanpa gunjang-ganjing dan pada akhirnya publik hanya tahu bahwa tiba-tiba Manohara sudah “pulang” ke tanah air. Mano memang tak pantas untuk dilukai terus menerus, bahkan jika itu dilakukan oleh suaminya sendiri.

    (MS)

    LAMPIRAN TULISAN KATAKAMI SEBELUMNYA TENTANG MANOHARA :

    Opera Pernikahan Manohara Sang Dara Cantik Jelita Dengan Pangeran Kelantan, Mari Hormati Privacy Mereka & Jangan Semakin Dinistakan !

    Jakarta 10 Mei 2009 (KATAKAMI) Sudah sebulan terakhir ini, nama Malaysia menjadi buah bibir yang tak terelakkan lagi di Indonesia. Sayang, pergunjingannya justru seputar kehidupan pribadi dari Manohara dengan Putera Mahkota Kerajaan Malaysia.

    Jujur saja, ribut-ribut yang sangat ribut dari Ibunda Manohara (Daisy Fajarina, Red) tentang rumah tangga sang putri MANOHARA ODELIA PINOT yang sangat amat cantik jelita ini rasanya sudah terlalu berlebihan dan tidak disadarinya membuka aib diri sendiri yang patut dapat diduga telah gagal menjalankan kodratnya sebagai seorang ibu yang baik. Jika ia seorang ibu yang baik, sejak awal tentu tak akan mengizinkan Manohara menikah di usia yang relatif muda.

    Manohara dinikahi Pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry.

    Kurang bijaksana jika bola liar pemberitaan seputar rumah tangga Putera Mahkota Kerajaan Malaysia dibiarkan terlempar kesana kemari.

    Semua media massa juga harus bisa dengan cerdas menahan diri untuk tidak memuntahkan aib rumah tangga Putera Mahkota Malaysia ini secara berlebihan. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.

    Jangan karena Ibunda Manohara adalah warga negara Indonesia maka semua media massa di Indonesia ramai-ramai menyerang Malaysia. Mari kita lebih berimbang dalam memberitakan hal yang dampaknya bisa mempengaruhi hubungan diplomatik dan persahabatan antar kedua negara.

    Kami justru samasekali tidak ingin menyentuh isu seputar Manohara dalam konteks “gedebak-gedebuk” rumah tangga Manohara – Fachry. Alangkah bodohnya seorang Manohara jika pura-pura tersenyum manis tampil bersama sang suami dan Keluarga Besar Istana Kelantan Malaysia, sementara media massa di Indonesia habis-habisan mencaci-maki Sang Pengeran.

    Jika ia disiksa, bicaralah disana dan keluarkan isi hati secara terbuka.

    Jangan sok bersandiwara dan penuh kamuflase.

    Jika pemberitaan dibuat menjadi sangat “horor”, maka patut dapat diduga senyum Manohara adalah senyum yang memuakkan penuh sandiwara. Tak tertutup kemungkinan, akan ada yang menganggap bahwa senyum Manohara adalah senyum dari seorang menantu yang mencoreng muka dan martabat Keluarga Kerajaan.

    Padahal Manohara, sebenarnya membuat kita di Indonesia ikut bangga dan senang bahwa ada seorang anak bangsa yang berparas begitu cantik jelita. Luar biasa cantiknya. Walau papanya berdarah Perancis, tetapi darah Indonesia sangat kental terlihat dalam diri Manohara.

    Tapi ada satu hal yang Manohara harus sadari bahwa kekerasan dalam rumah tangga siapapun dimuka bumi ini bisa dipersoalkan dan diperkarakan di muka hukum.

    Jangankan di Malaysia, di Indonesia ini saja semua kejahatan seputar “kekerasan dalam rumah tangga” sudah dijadikan agenda penting bagi semua isteri dimanapun mereka berada. Laporkan pada Aparat Keamanan disana.

    Bukan malah sok senyum sana senyum sini !

    Bodoh sekali jadi perempuan (siapapun mereka) yang diam saja jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan malah sok tenang seakan tak terjadi apa-apa.

    Jika kami yang jadi Keluarga Kerajaan, maka kami akan tersinggung karena hanya ulah seorang perempuan dibawah umur yang ibunya ngoceh kebanyakan kesana-kemari.

    Tentu tersinggung karena negara sahabat yang menjadi tetangga terdekat jadi ramai-ramai menghujat hanya karena masalah pribadi.

    Pakai dong otak dan hati nurani yang jernih dalam menyelesaikan permasalahan pribadi yang sangat sensitif.

    Tidakkah dipertimbangkan bahwa hancurnya martabat Keluarga Kerajaan akibat dihina sebegitu rendah di negeri tetangga justru akan merepotkan dan merugikan Manohara.

    Lama-lama ia bisa diceraikan dan disingkirkan dari Keluarga Kerajaan. Tetapi kalau memang niatnya ingin diceraikan oleh Sang Putra Mahkota, ya monggo saja.

    Apa memang perceraian yang diinginkan ? Atau apa ?

    Ibunda dari Manohara harus lebih bijaksana dan menahan dirilah sedikit. Jangan manfaatkan media massa untuk ramai-ramai menghujat Keluarga Kerajaan Malaysia. Anda seorang ibu dan kodrat dari seorang ibu adalah menjadi perempuan yang dengan sangat mengagumkan akan melindungi dan mendukung anak-anaknya.

    Melindungikah namanya, jika menantu anda yang notabene seorang Putra Mahkota Kerajaan anda permalukan sebegitu nista ?

    Melindungikah namanya, jika akhirnya nanti provokasi di media massa akan membuat Manohara menjadi janda kembang di usia yang relatif muda ?

    Dan perlu diketahui bahwa gunjang-ganjing soal aib rumah tangga Manohara justru membuat gendang telinga sebagian masyarakat Indonesia juga menjadi sakit dan gerah untuk terus mendengarkan hal semacam ini.

    Shut up !

    Tutup mulut jika seluruh isi pembicaraan hanya berisi hujatan dan kalimat-kalimat memojokkan. Permasalahan yang seberat apapun, pasti akan bisa diselesaikan dengan solusi yang sangat manusiawi.

    Tetapi, akan sulit menemui solusi yang “happy ending” jika cara menyelesaikannya mental kesana-kemari bagaikan bola liar tak terkendali.

    Jangan salahkan POLRI yang seakan tak mau menangani masalah ini.

    Tentu POLRI akan menjalankan tugas mereka dengan profesional. Apalagi ini skup-nya internasional, dan menyangkut Keluarga Kerajaan Malaysia.

    Ada etika profesi yang harus dipatuhi dan dilaksanakan POLRI dalam menjalin koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

    Begitu juga Departemen Luar Negeri yang berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri Malaysia.

    Tolonglah, bijaksana sedikit. Hargai rumah tangga anak. Dan hormati martabat dari Keluarga Kerajaan Malaysia. Kita ini bisa dianggap sebagai bangsa penghujat yang tidak bijaksana.

    Semua cerita seputar Manohara, mayoritas berisi dengan kata awal “Katanya Katanya Katanya”.

    Semua orangtua, hendaklah merenungkan kalimat maha indah dari Puisi Khalil Gibran ini :

    Dan dia berkata:
    Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
    Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
    Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
    Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

    Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
    Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
    Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
    Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
    Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
    Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

    Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
    Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
    Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
    Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

    (Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

    Ibu Daisy Fajarina, dalam bahasa yang lebih sederhana adalah sebagai orangtua yang harus dipegang dalam mendidik dan mendampingi perjalanan hidup anak adalah, “Tut Wuri Handayani”.

    Biarkan anak menentukan jalan hidupnya dan ketika ia memang menghadapi masalah maka si anak yang akan memutuskan apakah ia meman membutuhkan pertolongan anda sebagai orangtua. Bukan anda yang harus berteriak-teriak sehisteris mungkin bahwa seolah-olah anda yang lebih tahu tentang isi rumah tangga si anak yang tinggal di negeri seberang.

    Dalam budaya Tapanuli, dikenal istilah “Anak on i, do hamoraon di ahu”. Artinya, Anak saya adalah kekayaan saya yang paling utama didalam hidup. Semua manusia di muka bumi ini, pasti akan sangat mencintai anak-anak mereka dengan sepenuh hati dan dengan sepenuh jiwa. Tetapi anak bukanlah barang jajahan kita.

    Percayakan segala sesuatunya pada proses dialog dengan pendekatan kuktur yang menyentuh hati.

    Sekali lagi, seperti yang dikatakan dalam puisi Khalil Gibran, “Anak kita bukanlah kita, anak adalah titipan yang diberikan kepada kita”. Jika memang Pemerintah Indonesia, diminta untuk membantu penyelesaian yang terbaik maka Ibu Daisy Fajarina juga harus mengendalikan dirinya (terutama mengendalikan semua perkataan di media massa).

    Putri anda menikah dengan anak bangsawan yang sangat dihormati, sehingga jangan menganggap pihak besan saja setara dengan seonggok sampah. Jagalah perasaan mereka dengan tidak membeberkan lebih banyak lagi aib atau kritikan-kritikan yang sangat tajam menusuk hati.

    Dan untuk Manohara, tersenyumlah selalu dengan manis. Dihadapan mertua, suami dan rakyat di Kerajaan Kelantan Malaysia. Agar mereka tahu bahwa seorang dara asal Indonesia adalah pesona nan abadi sepanjang masa sehingga tak ada lagi derita atau siksa pada dirimu.

    Keep smiling, Dear !

    Keep smiling, Our Sweet Little Sister !

    Keep Smiling, Princess Mano !

    (MS)

  • Kabar Tentang Jatuh Sakitnya Aung San Suu Kyi Menjadi "A Very Sad Story" Yang Dimuntahkan Tahta Kediktaroran Jenderal Senior Than Shwe

    Merah Putih

    (Dimuat juga di www.KATAKAMIX.BLOGSPOT.COM , www.BLOGSKATAKAMI.VOX.COM & www.KATAKAMI.VOX.COM

    Jakarta 30/5/2009 (KATAKAMI) Seandainya saja tidak ada tamu nyasar yang mendatangi rumahnya yang dijadikan tempat bagi Aung San Suu Kyi untuk menjadi tahanan rumah pada pertengahan Mei lalu, barangkali saat ini pemimpin oposisi peraih Nobel Perdamaian tersebut sudah bisa menghirup udara segar.

    Sebab status tahanan rumahnya (katanya sih) akan dicabut oleh Pemerintah Junta Militer Myanmar. Tapi, entah ini memang rekayasa atau justru suratan tangan (takdir) bagi Suu Kyi yang terus menerus mendapat cobaan hidup yang berat.

    Sejak awal tidak terlihat ada kesungguhan dari Jenderal Senior Than Swe sebagai BIG BOSS dari Junta Militer Myanmar untuk melaksanakan janji atau komitmen mewujudkan "Road Map To Democracy" atau "Peta Jalan Menuju Demokrasi".

    Ya, inti utama dari janji penting itu sebenarnya melepaskan Aung San Suu Kyi dan tahanan politik lainnya. Tetapi dalam diplomasi, kata-kata atau kalimat bersayap tampaknya memang diperlukan untuk menjaga relasi dan hubungan diplomatik yang sedapat mungkin dijaga sangat baik.

    Padahal kalau mau jujur, entah sudah berapa kali KTT ASEAN diadakan tetapi tetap saja Myanmar sebagai salah satu negara anggota ASEAN, tak pernah dan tak terbukti menepati janji politik tadi. Suu Kyi tetap meringkuk dan terbelenggu dalam status tahanannya.

    Dan siapa bilang ditahan dalam "rumah sendiri" akan terasa menyenangkan ? Walau Suu Kyi ditahan dirumahnya sendiri, belenggu penahanan itu tetaplah sebuah belenggu yang mata rantainya mengikat hati, pikiran, perasaan, perkataan, perbuatan, kecerdasan, kekritisan dan totalitas hidupnya sebagai seorang manusia.

    Tak ada komunikasi. Tak ada sosialisasi. Tak ada aktualisasi diri. Sebab, semua serba dibatasi dalam "kurungan duniawi" yang pasti sangat menjemukan, melelahkan, menyakitkan dan benar-benar menghancurkan benteng pertahanan diri.

    Walaupun misalnya, ia menghabiskan waktu dengan membaca buku, bisa jadi kalimat demi kalimat yang dibaca dalam buku tersebut tak terekam secara baik dalam "kepalanya".

    Bagi seorang pejuang kemanusiaan yang menyerahkan hidupnya untuk menentang segala kebatilan, seorang Aung San Suu Kyi tak akan pernah berhenti untuk memikirkan kondisi riil rakyat di negaranya -- agar bagaimana caranya bisa terbebas dari segala pemasungan HAK --.

    Persis menjelang tutup bulan ini, berita terbaru yang keluar mengenai kabar Aung San Suu Kyi sangat menyedihkan. Ia jatuh sakit dalam penjara. Di usianya yang mencapai 63 tahun, sejumlah penyakit mendera fisik Suu Kyi pada saat ini.

    Seperti yang dilaporkan Radio Nederland Belanda, Partai Politik yang dipimpin Aung San Suu Kyi saat ini merasa prihatin atas kondisi kesehatan pemimpin mereka itu. Suu Kyi dikabarkan sedang menderita tekanan darah rendah, dehidrasi, dan sulit tidur karena kramp pada kaki.

    Peradilan yang dihadapi Suu Kyi saat ini mendakwa Suu Kyi bahwa ia telah dengan sengaja menampung seorang warga Amerika dan itulah yang disebut sebagai pelanggaran atas aturan Junta Militer atas status tahanan rumah.

    Tapi menurut Suu Kyi dalam kesaksiannya di Pengadilan, ia samasekali tidak tahu jika pria AS itu bermaksud mendatangi rumahnya. Pria AS tersebut berenang menyeberangi danau untuk bisa mencapai rumah Suu Kyi.
    Dan atas dakwaan pelanggaran aturan status tahanan rumahnya ini, Suu Kyi bisa dikenai hukuman penjara tiga sampai lima tahun.

    Isu seputar Aung San Suu Kyi memang menjadi topik pembahasan dan agenda penting yang diutamakan kalangan internasional, termasuk diantaranya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau secara khusus lagi Dewan Keamanan PBB.

    Seruan demi seruan, kecaman demi kecaman, terus berdatangan dari kalangan internasional atas peradilan baru yang ditimpakan kepada Aung San Suu Kyi -- persis menjelang pembebasannya --.

    Tapi patut dapat diduga kekerasan hati dari Junta Militer Myanmar (khususnya Jenderal Senior Than Swe) terwujud lewat sikap tak bergeming dan tetap seperti yang dulu yaitu sosok pemimpin yang otoriter, keras kepala, sombong, tidak manusiawi, brutal dan menderita "kebutaan" yang akut terhadap nilai-nilai Hukum, HAM & Kemanusiaan.

    Kalau hanya sekedar buta biasa saja, pasti sudah sangat "gelap" rasanya, apalagi kalau kebutaan itu sudah sangat akut karena barangkali "didalam rongga mata hatinya" sudah menyebar virus berbahaya yang memberangus dan menewaskan setiap rasa kemanusiaan dan keadilan yang secara mendasar memang dimiliki oleh setiap manusia ciptaan Tuhan.

    Sebenarnya, kalau gaya dan bahasa diplomasi bisa sangat menggunakan bahasa yang sangat tajam maka paling enak menanyakan secara jujur lewat gaya tembak langsung kepada Jenderal Senior Than Swe.

    Secara jujur, apakah patut dapat diduga sebenarnya Junta Militer Myanmar ingin membunuh Aung San Suu Kyi dengan cara-cara yang dibuat harus sangat natural untuk mengelabui rakyat Myanmar, partai politik serta seluruh pendukung setia Suu Kyi, ASEAN dan kalangan internasional.

    Secara jujur, apakah patut dapat diduga sebenarnya Junta Militer Myanmar sudah kehilangan akal sehat bahwa setiap penahanan itu harus ada tenggat waktu dan batas akhir penahanannya sesuai dengan aturan hukum ?

    Jika melihat rekayasa demi rekayasa politik, ditambah lagi diulur-ulurnya waktu pembebasan bagi Suu Kyi, mau tak mau mendorong semua kalangan untuk mencurigai dan mengantisipasi kemungkinan yang terburuk bahwa sebenarnya patut dapat diduga Junta Militer Myanmar hendak membunuh Suu Kyi.

    Apa bukan membunuh namanya, jika Suu Kyi yang sudah lebih dari 13 tahun dipenjara, terus menerus mau dipenjara -- setelah sempat dilonggarkan menjadi tahanan rumah -- ternyata diseret lagi masuk ke dalam jeruji besi ?

    Dan penjara manapun di muka bumi ini, tidak ada yang enak, nyaman, higenis dan manusiawi !

    Setiap penjara, di negara maju atau negara berkembang, sama saja dampaknya kepada setiap tahanan yaitu membelenggu jasmani dan rohani secara total. Iya kalau si tahanan itu memang memiliki indikasi kesalahan dan di pengadilan dinyatakan terbukti bersalah melakukan pelanggaran hukum.

    Tetapi kalau sekedar untuk mematikan langkah, perjuangan dan popularitas lawan politik maka penahanan itu adalah ciri dari pemerintahan yang otoriter dan sangat tidak tidak tahu diri bahwa kehidupan mereka sebagai sebuah bangsa dan negara adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas internasional.

    Sehingga, sikap sok hebat, arogan dan doyan betul melakukan penyalah-gunaan kekuasaan (the abuse of power) maka Junta Militer Myanmar ini selayaknya dikucilkan dan disingkirkan dari semua bentuk wadah organisasi dan jalinan kerjasama dengan negara manapun di muka bumi ini.

    Kabar tentang sakitnya Aung San Suu Kyi didalam penjara terdengar bagaikan sebuah ironi yang kesedihan dan kepedihannya ikut menyentuh hati siapapun yang sangat peduli kepadanya di muka bumi ini.

    Mendengar ia terus menerus ditahan selama belasan tahun saja, orang sudah sangat prihatin. Apalagi mendengar, ia jatuh sakit saat penguasa otoriter yang patut dapat diduga menderita kebutaan akut pada moral dan mata hatinya itu hendak terus mengabadikan penahanan Suu Kyi.

    Siapapun di muka bumi ini yang terlatih dan memang berkemampuan tinggi dalam hal penggunaan senjata api -- terutama yang berlatar belakang militer atau non militer tetapi berbasis ala militer -- bersikap sangat amat buas tak terkendali dalam "memerangi" seorang perempuan, patut dipertanyakan kepada para pelaku peperangan yang tak bermoral ini apakah mereka manusia ?

    Bayangkan, untuk menghadapi seorang perempuan saja, harus mengerahkan seluruh daya kekuatan yang sangat maksimal !

    Lain halnya, kalau harus berhadap-hadapan dengan musuh yang nyata dalam medan pertempuran yang seimbang yaitu militer lawan kekuatan bersenjata pihak lawan atau kekuatan bersenjata pemerintah lawan gerombolan terorisme.

    Kalau wujud dan bentuk peperangannya seperti itu, bolehlah bersikap sangat gagah berani dan pantang menyerah dalam melumpuhkan lawan.

    Tapi ini yang dihadapi hanyalah SEORANG PEREMPUAN SAJA !

    Maka dari itu, siapapun di muka bumi ini yang beraninya cuma sama perempuan (apalagi cuma menghadapi satu orang perempuan saja) sudah asngat kalap, brutal, liar, buas dan membabi buta dalam menyerang maka pelakunya itu harus memeriksakan diri ke dokter.

    Apakah ia seorang lelaki atau perempuan atau berjenis kelamin yang tak jelas !

    Militer atau kekuatan bersenjata manapun dimuka bumi ini (termasuk didalam POLISI), wajib hukumnya menghormati perempuan. Bukan justru menyiksa, menekan, merampas semua hak-haknya dengan melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM berat

    Kabar tentang sakitnya Aung San Suu Kyi membuat hati setiap perempuan di muka bumi ini yang memang sangat peduli padanya, menjadi ikut terlukai secara dalam. Suu Kyi bukan lagi seorang gadis remaja yang muda belia. Ia sudah mencapai usia 63 tahun.

    Dalam usia seperti itu, ia dipasung oleh kekuasaan dalam kesendirian yang penuh penderitaan fisik dan non fisik. Ditambah lagi, beratnya beban yang harus ditanggung oleh Suu Kyi membuat dirinya tak mampu lagi untuk bertahan.

    Kondisi sakit yang menyedihkan ini, sialnya membuat Suu Kyi kesulitan untuk tidur dan beristirahat.

    Jika ini terus berlanjut maka kemungkinan terburuk yang bsia terjadi adalah Suu Kyi akan menemui ajalnya kalau sakit itu bertambah saat fisiknya memang tak mampu lagi bertahan akibat minimnya energi (tenaga) dan semangat hidup.

    Apa itu yang sebenarnya yang patut dapat diduga sedang ingin dilakukan oleh Junta Militer Myanmar terhadap Aung San Suu Kyi yaitu membunuhnya pelan-pelan dalam kondisi yang harus benar-benar "sakit" agar ada alibi kepada semua pihak atas kematian yang bisa saja sewaktu-waktu menimpa Suu
    Kyi ?

    Jangan pernah ada yang berpikir bahwa hal itu tidak mungkin terjadi !

    Kuatnya tekanan internasional membuat Junta Militeri Myanmar harus sangat hati-hati mencari segala alibi dan dalil-dalil "hukum" bila hendak menjerat Suu Kyi.

    Tetapi ada satu hal yang tampaknya disadari, dipahami dan sangat "dikuasai" permasalahannya oleh Junta Militer Myanmar bahwa pihak manapun dalam tataran internasional -- entah itu ASEAN, PBB, Dewan Keamanan PBB atau negara-negara besar manapun juga -- semua paling-paling hanya bisa menyampaikan seruan-seruan lewat pernyataan resmi di media massa.

    Mereka sudah hapal luar kepala dan menjadi terbiasa dengan etika diplomatik yang tidak bisa terburu-buru dalam mengambil tindakan sangat amat tegas kepada sebuah negara. Jadi dalam perjalanan panjang penahanan Suu Kyi selama belasan tahun ini, "permainan" ini seakan dimenangkan oleh Junta Militer Myanmar.

    Persetan dengan dunia internasional, paling-paling cuma seperti itu saja reaksi mereka atau mengirimkan seorang utusan khusus.

    Sekarang, semua terpulang kepada pihak-pihak yang berkompeten secara organisasi atau kenegaraan untuk mengambil langkah tegas dalam menghadapi Jenderal Senior Than Swe dan Pemerintahan Militeristik yang dipimpinnya.

    Apakah akan membiarkan kehidupan yang nyata dari seorang pejuang kemanusiaan Aung San Suu Kyi, terus menerus dijadikan tawanan abadi yang tak berperikemanusiaan dari sebuah negara yang dipimpin oleh diktator militer yang beraninya cuma sama seorang perempuan ?

    Daun telinga dari Jenderal Senior Than Swe, barangkali memang sudah sangat tebal sehingga ia bisa tenang-tenang saja menghadapi semua seruan, kecaman bahkan hujatan yang sekeras apapun karena gaungnya cuma akan didengarnya kalau ia menyetel atau membaca media massa.

    Untuk mewujudkan sebuah misi yang baik bagi rakyatnya, Aung San Suu Kyi harus membayar dengan harga yang sangat mahal yaitu menjalani penyiksaan yang kejam tak terhingga. Semoga masih ada sisa-sisa kesabaran yang tertanam dalam sanubari dan diri Aung San Suu Kyi agar dapat menopang dirinya untuk bisa tetap bertahan menjalani kisah kehidupan nyata yang sangat menyentuh hati dan bobot kesedihannya sungguh tak tertahankan.

    A very sad story.

    (MS)

  • Inilah Pameran Arogansi Kekuasaan Yang Ketakutan Kepada PERS Yang Patut Dapat Diduga Dilakukan Kandidat Capres, Oknum BIN - KPK - Polri & Komjen GM

    Merah Putih

    Jakarta 29/5/2009 (KATAKAMI) Menjadi jurnalis, adalah sebuah pengabdian dan prosefi yang membanggakan bagi kami kalangan wartawan.

    Walau misalnya lingkup pembahasan dikhususnya pada bidang politik, hukum dan keamanan, semua terasa menyenangkan & memuaskan jika jurnalis mampu menyajikan fakta-fakta terbaru yang berlandaskan kebenaran dan keadilan.

    Sebab, semua misi baik itu akan ikut berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Gories Mere

    Delapan bulan KATAKAMI didirikan, suka dan duka kami rasakan. Suka yang sangat jelas kami rasakan adalah analisa-analisa di bidang politik, hukum dan keamanan yang kami sajikan, menjadi ikut diperhitungkan karena sejak awal kami tidak pernah mau untuk sembarangan atau gegabah dalam memuat semua bentuk informasi yang ada.
    Dukanya, jauh lebih banyak.

    Saat ini, sistem keredaksian KATAKAMI justru sedang sengaja diacak-acak agar tidak bisa memuat tulisan terbaru sehingga segala akal kotor dikerahkan menghambat pembungkaman biadab terhadap kami.

    Kasihan deh lo.

    Sampai segitunya, barangkali air liur mereka sampai mengalir deras karena sangat membabi-buta hendam menghambat.

    Ki-Ka Kombes Petrus Golose, Gories Mere dan Surya Dharma (Washington 2007)

    Sejak awal berdiri pada bulan Oktober 2008, aksi pengrusakan sudah didominasi oleh sekelompok polisi yang patut dapat diduga dilakukan Komisaris Jenderal GORIES MERE & Kombes Petrus Golose. Awal-awal mereka melakukan pengrusakan, benar-benar sangat biadab dan seakan ingin pamer bahwa merekalah kelompok yang paling menguasai bidang IT. Ya, ini dapat dimaklumi karena sejak bertahun-tahun lamanya kelompok yang patut dapat diduga "SOK EKSKLUSIF" ini mendominasi juga setiap pelatihan dan MERAUP semua bantuan teknis yang diberikan negara-negara sahabat yang bersimpati membantu penanganan terorisme.

    Memasuki bulan Januari 2009, aksi pengrusakan pada KATAKAMI jadi bertambah "executive member"-nya.

    Widodo AS & Sjamsir Siregar

    Aksi pengrusakan itu, patut dapat diduga tidak hanya dilakukan oleh kelompok sangat liar KUBU GORIES MERE saja, tetapi merambah kepada Kubu BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN) pasca dimuatnya tulisan Suciwati berjudul, "Munir Cahaya Yang Tak Pernah Padam".

    Patut dapat diduga, pengrusakan itu juga dilatar-belakangi karena akhirnya kami bisa menembus sebuah informasi rahasia bahwa ada perwira tinggi yang bertugas pada bidang intelijen menjalin hubungan perselingkuhan sangat liar dan patut dapat diduga juga sengaja mengumpan kekasihnya untuk menjadi kekasih dari pejabat lain agar memudahkan pencarian bocoran informasi yang sifatnya rahasia.

    Dan ternyata, para pelaku pengrusakan ini masih beranak-cucu !

    Hingga akhirnya, tak terasa sudah setengah tahun pada tahun 2009, kami hanya sibuk menghadapi berbagai aksi pengrusakan.

    Jika kami yang bersalah, tentu kami akan tahu diri.

    Tapi anehnya, kami tidak bersalah dan hanya karena kami memang LEBIH BANYAK TAHU dibanding sejumlah media yang memberitakan bidang politik, hukum dan keamanan, sehingga tulisan-tulisan berbentuk analisa di KATAKAMI.COM seakan membangunkan singa yang sedang tidur.

    Siapa yang dikritik, PASTI ... akan merusak !

    Lalu, jika ada pejabat lain yang dikritik ... sama saja, pasti merusak !

    Aksi pengrusakan itu, sekali lagi, bukan karena kami bersalah atau melanggar hukum. Tetapi karena patut dapat diduga, pejabat-pejabat itulah yang BERSALAH & MELAKUKAN PELANGGARAN HUKUM.

    Sadar bahwa mereka memang bersalah, dan malu karena kesalahannya dibeberkan terang-terangan di KATAKAMI.COM maka sejumlah oknum pejabat menjadi sok hebat untuk menindas dan menghancurkan media kami.

    Dan setengah tahun ini, kubu GORIES MERE tidak lagi kesepian sebagai pihak yang patut dapat diduga menjadi pelaku utama pengrusakan yang paling biadab terhadap KATAKAMI.COM.

    Bayangkan saja, seorang pejabat non aktif yang sekarang dikerangkeng alias dipenjara, patut dapat diduga sejumlah anak buah ybs di lembaga anti korupsi ikut juga diam-diam merusak KATAKAMI.COM.

    Apalagi, karena kami bisa membongkar aksi klenik patut dapat diduga dilakukan oleh sang isteri untuk kepentingan yang sangat memalukan.

    Pembongkaran terhadap aksi klenik sang isteri itu sudah untuk yang kedua kalinya kami bongkar dengan melakukan investigasi langsung dilapangan dan melakukan wawancara eksklusif dengan paranormal yang didatangi.

    Ada juga kandidat capres yang patut dapat diduga sok manis jika muncul di hadapan rakyat, tetapi terhadap KATAKAMI.COM ... waduh, ketakutan setengah mati setiap KATAKAMI.COM dibuka kelemahan-kelemahan dan kesalahannya. Pihak yang satu ini, patut dapat diduga menjadi pihak yang paling hebat cara bermainnya sebab tinggal perintah saja kepada bawahannya.

    Mau bawahan yang mana ?

    Sebab, patut dapat diduga Badan Intelijen Negara (BIN), Kubu GORIES MERE, atau sejumlah oknum di Mabes POLRI, dikerahkan semua untuk menekan, menghambat, merusak dan memainkan gaya intelijen yang penuh propaganda agar KATAKAMI.COM jangan sampai bisa produktif dalam menulis.

    Jelas saja ketakutan dan ketar-ketir setiap KATAKAMI.COM menyajikan analisa politik, hukum dan keamanan yang berbasis pada keakuratan dan dalamnya investigasi permasalahan secara tajam.

    Waduh, Waduh .. Weleh, Weleh !

    Mau jadi apa Indonesia ini, kalau patut dapat diduga pejabat-pejabatnya sangat membabi buta dalam membungkam, menghambat, merusak, menindas dan memamerkan perilaku buas menghajar media yang bekerja secara cerdas berlandaskan kebenaran dan keadilan.

    Sangat sulit diterima oleh akal sehat, cara-cara membabi-buta untuk merusak situs kami.

    Kalau memang ada yang merasa dicemarkan nama baiknya, atau ada yang YAKIN bahwa kami memutar-balikkan fakta, silahkan laporkan kami ke Pihak Berwajib.

    Ini, tidak ada yang bisa melaporkan KATAKAMI.COM karena semua sadar bahwa yang kami sajikan adalah BENAR-BENAR gaya jurnalisme yang sangat amat layak dipercaya.

    Terbukti, karena tingginya dan kuatnya kredibilitas dan integritas kami, patut dapat diduga KATAKAMI.COM menjadi media yang diperebutkan oleh sejumlah perwira tinggi POLRI.

    Akibat mengetahui bahwa ada aksi pengrusakan yang patut dapat diduga dilakukan Deputi-Deputi BIN bulan Januari 2009 lalu, tiba-tiba Komisaris Jenderal GORIES MERE mendadak sok baik menawarkan perlindungan. Hebat sekali sandiwaranya, bayangkan ... persis dihari dilakukannya pemeriksaan sebagai saksi pelapor terhadap Pemred KATAKAMI Mega Simarmata, Komjen Gories Mere menelepon langsung Kepala Unit Cyber Crime di Polda Metro Jaya agar kasus pengrusakan itu ditangani dengan baik.

    Padahal ..... !

    Patut dapat diduga, sejak awal KATAKAMI.COM didirikan, biang kerok yang paling biadab dalam merusak adalah GORIES MERE dan kelompoknya.

    Hebatnya lagi, patut dapat diduga ada juga yang memaksa ada Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata, HARUS MAU jatuh cinta, HARUS MAU tergila-gila dan HARUS MAU disulap menjadi pribadi yang agresif.

    Tetapi ketika ternyata, Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata TIDAK BISA dipaksa dan tidak pernah mau disulap (dari wartawati hendak dipaksa menjadi perempuan murahan), maka jadilah ... ada juga perwira tinggi yang kesetanan mengamuk akibat cinta nista ala binatangnya ditolak. Kalau kata orang-orang zaman kini, Cinta Ditolak, Dukun Bertindak !

    Kok tidak tahu malu !

    Sudah jelas-jelas mengetahui dan menyaksikan bahwa seorang perempuan yang sangat dikagumi dan disukai setengah mati itu ternyata sudah berumah tangga, ya ... tahu diri dong.

    Jangan berperilaku seperti hewan alias BINATANG.

    Sehingga, serangan teror dan intimidasi semakin brutal dan menjadi tidak rasional. Bayangkan, ada seorang jenderal berbintang 3 selama 2 tahun terakhir sampai harus mengirimkan berbagai utusannya untuk menguntit Pemimpin Redaksi KATAKAMI di wilayah rumah dan kemanapun juga pergi.

    Bahkan, mengirimkan paranormal dari Indonesia bagian timur sana ... paling sedikit ada 3 orang yang stand by untuk "menerkam".

    Beda-beda tipis kelakuan dengan hewan alias BINATANG !

    Kami mendirikan situs ini untuk maksud yang baik tetapi tetap berlandaskan bisnis profesional. Itu sebabnya, kami mohon maaf kepada sejumlah PERWIRA TINGGI POLRI yang patut dapat diduga sangat antusias ingin menguasai, memiliki dan mengendalikan KATAKAMI.COM.

    Maaf Bung, situs kami bukan milik nenek moyang anda, atau milik anda yang uangnya patut dapat diduga adalah hasil korupsi, hasil membunuh ala mafia, hasil membebaskan bandar narkoba, atau sumbangan makelar kasus yang kotor misalnya.

    Situs kami, tidak bermimpi untuk menjadi media raksasa.

    Situs kami, adalah situs "kecil" yang konsisten berpihak dan bersuara dengan berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan keadilan.

    Situs kami, pada akhirnya memang menjadi berpengaruh (didalam dan diluar negeri).

    Siapa yang menyangka, situs "sekecil" ini dibaca lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Ini membuktikan, mayoritas anak-anak bangsa Indonesia yang sedang merantau di belahan dunia lain, membutuhkan dan merindukan sajian informasi yang "berbeda".

    Kami tak gentar terhadap semua teror, tekanan, intimidasi dan pengrusakan yang sebrutal apapun juga.

    Setinggi apapun jabatan yang merusak situs ini, kami siap menghadapi karena kami tahu bahwa posisi kami adalah di pihak yang benar.

    Silahkan merusak !

    Silahkan menghambat !

    Silahkan pamerkan semua brutalisme karena kecewa saat KATAKAMI.COM tak mau dikendalikan sejumlah kecil oknum pejabat yang orientasinya untuk menjadi corong mereka menyodok pihak atasan atau rekan lain.

    Ibarat batu karang, kami akan tetap berdiri teguh.

    Dan kebenaran, sungguh kami percayai, ibarat air sungai yang mengalir. Ia akan tetap mengalir, walau dibendung.

    Persahabatan yang kami jalin dengan sejumlah negara lain, ternyata dianggap menjadi sebuah ancaman juga oleh pihak tertentu. Bayangkan, sejumlah pihak ketakutan luar biasa jika kecerdasan dan kemampuan kami digunakan untuk maksud yang lain oleh pihak lain berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

    Semua sok siluman. Semua sok yakin tidak bakal ketahuan. Sodok-menyodok. Apalagi, pihak yang patut dapat diduga membunuh seorang aktivis menjelang Pilpres 2004, tampaknya menjelang Pilpres 2009 ini asyik betul hendak membunuh SITUS BERITA KATAKAMI.COM.

    Kami sudah sangat muak terhadap lakon yang brutal seperti ini !

    Jadi mohon maaf saja, kalau kami sangat amat TEGAS menolak mentah-mentah jika ada pihak manapun yang berusaha memanfaatkan KATAKAMI untuk jadi "barang mainan" kelompoknya sendiri. Masing-masing ingin dipuji.

    Sampai ke semua BLOG kami di Wordpress, dikuasai juga. Tulisan yang dianggap mengangkat atau memuji mereka, akan ditempatkan di bagian TULISAN TERPOPULER, termasuk tulisan yang dianggap ampuh menyodok pihak lawan didalam internal mereka.

    Siapakah di muka bumi ini, yang bersedia menjadi pihak yang terjajah dan diperlakukan seperti insan yang cacat mental ?

    Situs ini didirikan untuk menjadi media profesional yang berlandaskan bisnis murni.

    Delapan bulan lebih, kami diperebutkan dan mati-matian mau dikuasai oleh pihak yang TERKAGUM-KAGUM bahwa ternyata media memang bisa mendatangkan pengaruh besar.

    Pertanyaannya sekarang, lho ... mengapa tidak mendirikan media sendiri ?

    Mengapa antusias sekali mau mencaplok media yang sudah jadi ?

    Ketika kami menolak secara tegas, sejumlah perwira Tinggi malah mengamuk.

    Mereka merasa, bahwa mereka yang paling berjasa melindungi. Begitu jugalah dulu, sewaktu manusia liar berinisial GM, menawarkan dan memamerkan bahwa pihaknya bisa melindungi dari aksi pengrusakan dan teror intimidasi yang patut dapat diduga dilakukan oknum BIN.

    Boro-boro melindungi !

    Patut dapat diduga, semua jenis HIPNOTIS yang sangat sesat dan musrik dikerahkan, agar semua kepentingannya diterjemahkan dalam tulisan dan pesan singkat sms yang diatur sesuai dengan keinginannya.

    Ya Tuhan, alangkah biadab manusia-manusia yang mengerahkan cara-cara musrik sangat sesat.

    Kami sangat percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan percobaan diluar kemampuan manusia.

    Kami sangat percaya bahwa Tuhan sungguh maha adil dan maha penyayang.

    Tetapi, semakin merajalelanya aksi kebiadaban yang patut dapat diduga dilakukan sejumlah pejabat dan para bawahan atau pengikutnya ini, membuat kami sangat murka dan muak sekali.

    Hukum, seakan dipangkas oleh arogansi kekuasaan mereka.

    Hukum, seakan tak berfungsi apa-apa.

    Hukum, seakan dikesampingkan sepanjang aib dan pelanggaran hukum mereka terancam untuk dibeberkan fakta-faktanya kepada masyarakat.

    Barangkali, inilah kesalahan utama kami saat mendirikan KATAKAMI yaitu memilih motto "JURNALISME YANG LAYAK DIPERCAYA".

    Akibat teguhnya kami memegang motto ini, maka kami jadi sasaran tembak oknum-oknum yang patut dapat diduga melakukan pelanggaran hukum dan punya seribu satu macam kebiadaban.

    Tetapi, kalau seandainya kami menyajikan informasi yang abal-abalan, memfitnah atau memutar-balikkan, tak akan lama KATAKAMI.COM berdiri sebab sudah dapat dipastikan kami akan DIKERANGKENG & DIADILI dengan vonis yang menjerat.

    Jadi, entah apalagi yang bisa diungkap disini.

    Inilah sialnya hidup kami karena konsistensi menyuarakan kebenaran dan keadilan untuk kepentingan bangsa, negara, rakyat, dan bahkan untuk kepentingan umat didunia ... resikonya berhadap-hadapan secara langsung dengan pejabat yang brutal dan bengis.

    Tapi sekali lagi, kami tidak takut dan tidak akan surut walau hanya selangkah.

    Bagi kami, adalah sangat membanggakan jika kami dikenal sebagai media yang memang layak dipercaya dan diandalkan.

    Daripada kami dikenal sebagai media yang suka memutar-balikkan fakta, menjilat kepada kekuasaan atau cari makan lewat cara-cara haram (menjadi beking narkoba, membunuh ala mafia, meraup sumbangan negara lain untuk kepentingan penanganan terorisme, atau atas nama korupsi justru melakukan praktek-praktek pemerasan yang biadab sekali).

    Bertubi-tubi kami ditekan !

    Pihak tersangka AA dan Komjen GM yang sama-sama patut dapat diduga terlibat dalam kasus pembunuhan NZ, makin kalap merusak KATAKAMI.

    Lalu, ada kandidat capres yang merasa bahwa tulisan-tulisan KATAKAMI sangat berpengaruh, tajam, akurat dan terpercaya (sehingga bisa menguntungkan pihak lawan politik), patut dapat diduga sudah berbulan-bulan berusaha secara "diam-diam" merusak agar KATAKAMI.COM mati suri.

    Nasib sial juga menimpa semua BLOG kami, sebab patut dapat diduga ini menjadi sasaran empuk bagi kubu GORIES MERE, oknum BIN dan oknum POLRI (pendukung Sutanto) untuk dihancurkan saat KATAKAMI.COM tidak mau dan tidak bisa dikuasai untuk kepentingan mereka.

    Silahkan saja, kami tidak perduli dan tidak takut !

    Sapa elu, jika patut dapat diduga mereka-mereka ini menabung pelanggaran hukum dan dosa kotor yang sangat nista, kami percaya pada suatu saat mereka akan menanggung resikonya secara menyeluruh.

    Menghadapi seorang perempuan yang mengelola KATAKAMI.COM, herannya ... pejabat-pejabat yang patut dapat diduga adalah Presiden, Kepala BIN, Deputi BIN, Perwira-Perwira Tinggi POLRI, Para Pendekar Anti Korupsi di KPK, dan Manusia yang merasa jadi jagoan anti teror alias GORIES MERE, semuanya kalap dan bisanya cuma MERUSAK.

    Itulah sebabnya, kami mohon maaf jika belakangan terlihat dan tampak jelas KEVAKUMAN pada KATAKAMI.COM.

    Walau, kami memang tidak bersalah dan justru sedang menjadi korban kesewenang-wenangan yang sangat brutal. Tetapi ada tanggung jawab moral sebagai media yang terlanjur dinanti-nantikan karya-karya jurnalistiknya, maka kami merasa perlu meminta maaf.

    Kami akan sabar dalam menghadapi semua kebiadaban ini dan tekun mendoakan manusia-manusia yang masih sangat percaya diri memamerkan kebiadabannya kepada kami.

    Dalam doa, kami ungkapkan dan memohon sejujur-jujurnya kepada Tuhan menjadi sumber dan muara dari semua keadilan, agar kebiadaban ini (cepat atau lambat) mencapai titik akhir bagi para pelakunya.

    Kami tidak akan merasa ditinggalkan oleh Tuhan (Eli Eli Lama Sabaktani). Sebab justru yang terjadi adalah kebalikannya. Tuhan ingin agar kami menjadi alat yang teguh hati dan teguh iman sebagai pewarta kebenaran didalam kehidupan.

    Dengan bangga kami tutup tulisan ini seraya berkata, "Kami tidak takut, tidak akan pernah takut, berhadapan dengan semua arogansi kekuasaan dan aksi kebiadaban pihak manapun !".

    Inilah kami, jurnalis Indonesia !

    Walau bernasib malang karena menjadi korban kebiadaban yang brutal, tetapi semua ini justru menandakan bahwa kami berhasil membentuk diri menjadi media yang LAYAK DIPERCAYA.

    (MS)

  • Pertemuan Teuku Umar Bahas Bopeng Kecurangan Pemilu Legislatif 2009 Yang Dinilai Sebagai Pemilu Paling Amburadul Oleh Gus Dur

    Merah PutihNew

    Gus Dur mengatakan Pemilu Legislatif 2009 ini Pemilu Paling AMBURADUL !Pemilu 2009

    JAKARTA (KATAKAMI) Begitu sang surya terbit ufuk timur pada Selasa (14/4/2009) pagi, kami sudah menebak-nebak sendiri didalam hati. Ya, ibarat bermain teka-teki tetapi cukup untuk diri sendiri. Jika ada sejumlah lawan politik yang tingkat popularitasnya tidak bisa dianggap enteng akan bertemu di kediaman Megawati Soekarnoputri, kira-kira kegiatan apa yang akan akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar dari sisi pemberitaan tidak “miring atau berat sebelah”.

    Dan dari permainan teka-teki itu, kami sudah langsung menjawabnya secara cepat (juga didalam hati). Besar kemungkinan, SBY akan memilih untuk menggelar Sidang Kabinet agar bobot berita kepada media massa dan rakyat Indonesia bisa “seolah-olah” sama tinggi nilainya.

    Dan ternyata tebakan kami benar seratus persen !

    Disaat SBY mengundang Wapres M. Jusuf Kalla dan sejumlah menteri untuk mengikuti sidang kabinet, di kedimanan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri digelar pertemuan dengan sejumlah Tokoh Nasional.

    Prabowo, Megawati & Wiranto (Foto : KOMPAS)

    Yang hadir bukan kelas kacang goreng.

    Yang hadir bukan kelas raja kancil.

    Yang hadir, orang penting semua bow ... !

    Kami cukup terkejut dan sangat respek begitu tinggi pada Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Walau baru sembuh dan dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) tetapi Gus Dur ikut menghadiri pertemuan yang digelar dalam ruangan yang bernuansa bendera “MERAH PUTIH”.

    Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)Pertemuan Tokoh Nasional Di Kediaman Megawati Soekarnoputri Selasa (14/4/2009)

    Gus Dur tetaplah Gus Dur yang nyeleneh dan ceplas ceplos. Ayah dari 4 orang putri ini menyebut PEMILU LEGISLATIF 2009 ini “PEMILU YANG PALING AMBURADUL”.

    Pasca penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 ini, memang sudah banyak kritikan disana-sini bahwa penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 inilah yang paling buruk dalam sejarah.

    Prabowo Subianto bertemu Wiranto, Senin (13/4/2009)Wiranto dan Prabowo Subianto

    Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Wiranto sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura memberikan pendapat yang senada yaitu Pemilu Legislatif 2009 ini adalah Pemilu yang sangat memalukan dan paling buruk citranya sejak REFORMASI 1998.

    Kedua Purnawirawan Jenderal TNI ini, cukup tajam dalam memberikan pandangan mereka dan itu memang menjadi pandangan dari mayoritas rakyat Indonesia.

    Memang bikin malu dan INDONESIA sebenarnya sudah kehilangan muka di hadapan bangsa-bangsa didunia.
    Walau tidak menang dalam Pemilu Pilpres 2004, tetapi tinta emas mencatat dalam sejarah perjalanan bangsa INDONESIA bahwa Presiden Megawati Soekarnoputri SUKSES tanpa cacat menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pertama yang bersifat langsung.

    Bandingkan dengan Pemilu 2009.

    Busyet deh, hamparan wajah Indonesia sekarang ini ibarat penuh bopeng yaitu bopeng kecurangan, kelicikan dan penyimpangan.

    Belum lagi fakta yang lebih memalukan ada PULUHAN JUTA rakyat Indonesia tidak bisa memberikan hak suaranya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Jadi kalau ada pihak tertentu yang baru sekarang bersuara bahwa pihaknya ikut prihatin terhadap kisruh soal DPT, pertanyaan yang pantas diajukan kepada pihak demikian adalah, “EH, ENTE KEMANE AJE, KENAPA BARU SEKARANG ENTE BUNYI ? NASI SUDAH JADI BUBUR !”.

    Ini persoalan bangsa, nasib dari rakyat Indonesia untuk menyongsong masa depan.

    Jika kami adalah Presiden di Indonesia dalam situasi yang seperti ini dan tiba-tiba harus bertatapan muka dengan Presiden AS Barack Obama, maka secara spontan tangan kanan kami akan kami gunakan untuk menutupi wajah kami.

    Malu tauk !

    INDONESIA jangan sok-sokan mau seperti AS. Waduh, canggih betul dalam beberapa jam bisa memberikan QUICK COUNT terhadap hasil Pemilu. Baru tahapan hasil QUICK COUNT yang keluar, sudah ada yang gegap gempita.
    Manggut sana. Manggut sana.
    Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Hendaklah yang bertelinga itu, MENDENGAR !”.
    Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena tidak bisa memilih akibat AMBURADULNYA cara kerja KPU dan KPUD.
    Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang kecewa dan marah karena patut dapat diduga banyak kecurangan disana sini.
    Semoga saja gendang telinga para PEMIMPIN di republik belum pecah atau infeksi sehingga pendengaran mereka terhadap JERITAN RAKYAT INDONESIA masih tetap bisa digunakan untuk mendengar secara baik.
    Dan kisruh soal kecurangan-kecurangan di lapangan itu, belum termasuk kecurangan yang patut dapat diduga MENGGUNAKAN cara Kejahatan IT untuk mengdongkrak perolehan suara.
    Kami lebih concern untuk mengamati dan mencari tahu bagaimana agar kejahatan di bidang IT ini bisa dibuka, disingkap, dibongkar dan “DITELANJANGI” jika patut dapat diduga ada pihak-pihak tertentu yang sangat dirugikan karena perolehan suara dari partai mereka dirampas oleh kecanggihan teknologi.
    Pertemuan di kediaman Megawati pada hari Selasa (14/4/2009), menghasilkan poin utama agar seluruh kecurangan itu diselesaikan secara baik.
    Jenderal Wiranto yang didaulat untuk menjadi JURU BICARA yang menyampaikan hasil kesepakatan para TOKOH NASIONAL ini kepada media massa yaitu :
    “Mendesak KPU, Bawaslu, dan pemerintah menindaklanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran atau kecurangan yang terjadi," demikian kata Jenderal Wiranto, saat membacakan pernyataan sikap bersama sejumlah tokoh di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2009).

    Para tokoh ini juga menilai Pemilu 9 April 2009 merupakan pemilu terburuk sejak reformasi. Pemilu dipandang jauh dari prinsip jujur, bermartabat, adil, dan demokratis. Daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah juga dikatakan telah mengakibatkan jutaan warga negara kehilangan hak konstitusinya untuk memilih.

    "Padahal, hak memilih merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945. Pengabaian terhadap hak memilih berarti melanggar konstitusi," lanjut Jenderal Wiranto.

    Pemerintah, KPU, dan KPUD juga dinilai telah menunjukkan ketidaknetralannya dalam pelaksanaan pemilu legislatif. KPU juga diminta untuk menjamin hak konstitusi warga negara untuk memilih, khususnya bagi mereka yang tercabut hak-haknya karena DPT. Oleh karena itu, KPU didesak untuk memperbaiki DPT.

    Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh 13 parpol dan dua tokoh masyarakat, yaitu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), Wiranto (Ketua Umum Hanura), KH Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), Ferry B Siregar (PDS), Bursah Zarnubi (PBR), Idham Cholid (PKNU), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Totok Daryanto (perwakilan PAN), Syahrir MS (RepublikaN), Zulfan (PNBKI), Amelia Yani (Ketum PPRN), H Rusdi Hanafi (Ketua DPP PPP), dan Misbach Hidayat (PKB).
    Rasanya, malang benar jadi rakyat Indonesia ini. Ada yang kalah jadi caleg, masuk Rumah Sakit Jiwa. Ada yang bunuh diri atau mati mendadak karena serangan jantung.
    Dan ... ya itu tadi, ada PULUHAN JUTA RAKYAT INDONESIA tidak bisa memilih karena kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).
    Untuk memproses secara hukumd dari semua pengaduan atau kasus pelanggaran Pemilu saja, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tetapi, INDONESIA sudah harus bersiap untuk penyelenggaraan Pemilu Pilpres 2009.
    Rata-rata Tokoh-Tokoh Nasional ini berharap agar KSIRUH DPT ini tidak terulang pada Pemilu Pilpres 2009.
    Tapi kami sulit untuk seoptimis itu dalam menyikapi perkembangan bangsa di dalam situasi yang sangat hampa sebab ada pihak tertentu yang RAKUS LUAR BIASA pada kekuasaan sehingga patut dapat diduga menghalalkan segala cara yang terburuk, terlicik dan terkotor.
    Sehingga komentar Gus Dur bahwa PEMILU LEGISLATIF 2009 ini AMBURADUL, mnembuat kami teringat pada lirik lagu salah seorang Diva Musik Pop Indonesia, RUTH SAHANAYA.
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul semua ah ...
    Rasannya ingin meronta
    Tapi aku tak bisa
    Sudah amburadul semacam ini, mengapa ada yang merasa paling berhak untuk menjadi pemenang dari pertandingan yang serba amburadul dan patut dapat diduga penuh kecurangan yang buruk, licik dan kotor ?
    Rumuskan formula yang terbaik untuk menyelesaikan semua kasus pelanggaran Pemilu Legislatif 2009.
    Dalam hal ini perlu diingatkan kepada KEJAKSAAN AGUNG agar dalam menangani kasus-kasus hukum dalam PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, KEJAKSAAN AGUNG dan semua jajarannya harus NETRAL.
    Katakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah !
    Katakan bahwa partai yang mengusung penguasa negeri ini salah jika patut dapat diduga partai tersebut memang melakukan kesalahan atau pelanggaran hukum dalam PEMILU LEGISLATIF 2009.
    Jangan katakan bahwa benar itu salah atau yang salah itu benar !
    Jaksa Agung Hendarman Supandji harus bisa membuktikan kepada RAKYAT INDONESIA bahwa KEJAKSAAN AGUNG adalah lembaga hukum yang masih tetap dapat dipercaya oleh RAKYAT INDONESIA.
    Jangan mencla mencle !
    Jangan jadi robot karena patut dapat diduga jika ada PERINTAH dari atas untuk memutuskan begini dan begitu terhadap kasus-kasus hukum tersebut, maka KEJAKSAAN AGUNG jangan ngekor saja.
    Kami tak begitu semangat menyikapi aksi unjuk rasa terkait kasus JAKSA ESTER dan rekannya dalam yang dituding menggelapkan 300 butir ekstasi.
    Apalagi sampai ada AKSI UNJUK RASA segala dan meminta agar bandar narkoba tidak dilindungi.
    Wah wah wah, baca dulu semua referensi mengenai kasus hukum soal NARKOBA. Jangan hanya menuding muka KEJAKSAAN AGUNG secara garang dan lantang sehingga seolah-olah kasus JAKSA ESTER itu aib paling buruk.
    Skandal hukum paling memalukan di negara ini menyangkut narkoba adalah KASUS BANDAR NARKOBA LIEM PIEK KIONG alias MONAS.
    Bandar pemilik 1 JUTA pil ekstasi ini, ditangkap November 2007 di Apartemen Taman Anggrek. Monas, diciduk bersama sang isteri (CECE) dan sejumlah bandar dan anggota sindikat mereka.
    Tahukah anda duduk persoalannya ?
    Dari sekitar 9 orang yang ditangkap itu, justru Monas yang tidak diajukan oleh POLRI kepada KEJAKSAAN AGUNG karena patut dapat diduga ada OKNUM PERWIRA TINGGI berpangkat KOMISARIS JENDERAL menjadi beking utama dari bandar narkoba Monas.
    Majelis hakim sudah menjatuhkan vonis mati kepada 3 orang dari 9 orang yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek itu, salah seorang diantaranya adalah CECE (isteri dari bandar narkoba MONAS). CECE inilah yang masih tetap melakukan perdagangan gelap narkoba dari dalam Rutan Pondok Bambu.
    Tahukah anda, bahwa bandar narkoba MONAS diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut ?
    Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) ?
    Mengapa tidak ada yang melakukan aksi unjuk rasa ke MABES POLRI, terutama ke BARESKRIM POLRI ?
    Sebab, ada 5 orang PENYIDIK BARESKRIM POLRI yang sudah dicopot dari jabatatannya karena terbukti bersalah melakukan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) agar bandar narkoba MONAS pemilik 1 JUTA pil ekstasi tidak diajukan ke Pengadilan.
    Dan beking utama dari bandar narkoba Monas ini, patut dapat diduga memang sedang berusaha mati-matian agar kasus bandar narkoba MONAS tidak lagi diungkit di media massa agar SETORAN UANG dari bandar kotor ini ke dalam kantong pribadi oknum KOMJEN tadi tidak ketahuan.
    Dimana konsistensi dalam pemberantasan narkoba ?
    Jangan sok konsisten terhadap kasus 300 butir ekstasi, sementara ada kasus hukum yang dilakukan bandar pemilik 1 JUTA PIL EKSTASI sengaja didiamkan dan dipeti-eskan !
    Ada apa dibalik semua ini ?
    Kami sudah berulang kali menuliskan agar PEMERINTAH mencopot dari jabatannya, KOMJEN GM, seorang perwira tinggi POLRI yang bertugas di BNN karena patut dapat diduga terlibat dalam kasus bandar narkoba MONAS.
    COPOT dong !
    Patut dapat diduga SBY melindungi oknum perwira tinggi ini dan mengapa tidak ada yang menyadari hal ini ?
    Waduh, kami terkesima melihat gunjang-ganjing ini. Bayangkan, patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut oknum beking ini menerima SETORAN UANG dari bandar narkoba MONAS sehingga bisa lolos dari VONIS MATI.
    Kembali pada masalah amburadulnya penyelenggaraan PEMILU LEGISLATIF 2009 ini, singkat kata saja untuk menutup tulisan ini yaitu “HENDAKLAH YANG BERTELINGA ITU MENDENGAR !”.
    Dengarkan jeritan rakyat Indonesia yang telah nyata-nyata dirampas hak-nya dan banyak yang sangat dikecewakan.
    Untuk apa diadakan agenda politik nasional semacam ini kalau penuh bopeng kecurangan ?
    Jika patut dapat diduga, SBY ingin ngotot untuk terus melanjutkan kekuasaannya agar bisa 10 TAHUN berkuasa, untuk apa diadakan Pemilu 2009 kalau hanya menjadi asesori politik ?
    Jika patut dapat diduga, SBY sudah tak bisa mengekang ambisi politiknya yang membludak didalam diri untuk terus memperpanjang kekuasaannya tetapi pelaksanaan Pemilu 2009 penuh bopeng kecurangan maka yang perlu dipertanyakan adalah legitimasi dari pemerintahan yang akan terbentuk dari sebuah Pemilu yang penuh kecurangan ?
    Untuk apa ada reformasi ?
    Untuk apa ada jargon-jargon bahwa Pemilu itu harus jujur dan adil ?
    Untuk apa ada slogan-slogan tentang pentingnya SIKAP NETRALITAS ?
    Kalau ternyata, geliat politik di negara ini sangat morat-marit seperti lirik lagu Ruth Sahanaya tadi :
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul
    Ah ... ah ... amburadul semua ah ...
    Rasannya ingin meronta
    Tapi aku tak bisa

    (MS)

Calendar
<< < July 2014 > >>
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
Hot topics on Digg.com
This widget is currently not available.
Translate page
To top link

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.fr is not responsible for the content of this website.